Produk Kelapa Sumsel Tembus Pasar Global, OJK Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas

oleh -1866 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG — Produk olahan kelapa asal Sumatera Selatan mulai menembus pasar internasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melepas ekspor berbagai komoditas unggulan daerah dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar.

Pelepasan ekspor dilakukan Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (21/4/2026).

banner 700x875

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sultan Muda XporA 2026, program yang dirancang untuk memperkuat peran pengusaha muda Sumatera Selatan agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pasar hingga ke tingkat global.

Komoditas yang dilepas untuk ekspor antara lain coconut shell charcoal sebanyak 46 ton dan coconut chips sebanyak 25 ton. Produk kelapa tersebut dipasarkan ke China, Taiwan, dan Prancis.

Selain produk turunan kelapa, ekspor juga mencakup lada hitam sebanyak 500 kilogram dan produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton, dengan total nilai ekspor mencapai Rp1,6 miliar.

Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan ekspor dan pemberdayaan UMKM. Lebih jauh, OJK ingin mendorong daerah menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah.

“Pada pelaksanaan kegiatan ini, kita tidak hanya bicara tentang ekspor dan pemberdayaan UMKM, akan tetapi juga mendorong peran daerah sebagai motor pertumbuhan Indonesia,” kata Hernawan.

Menurut Hernawan, Program Pengembangan Ekonomi Daerah sejalan dengan sejumlah prioritas pemerintah, termasuk upaya mendorong kedaulatan pangan.

OJK, kata dia, akan terus mengembangkan program tersebut secara berkelanjutan dengan memperluas wilayah serta menambah variasi komoditas unggulan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Pengembangan komoditas unggulan daerah tidak berhenti pada peningkatan produksi. OJK mendorong keterhubungan antara sektor riil dengan industri jasa keuangan agar pelaku usaha memiliki akses pembiayaan dari hulu hingga hilir.

Sektor jasa keuangan dapat menyediakan berbagai skema pembiayaan untuk mendukung proses produksi, pengolahan hingga pemasaran ke pasar internasional, termasuk trade finance dan Letter of Credit (L/C).

Selain pembiayaan, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan layanan asuransi untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko usaha.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto mengatakan capaian ekspor tersebut menunjukkan peningkatan daya saing komoditas unggulan daerah yang didukung pembinaan berkelanjutan, hilirisasi serta integrasi akses ke sektor jasa keuangan.

Menurutnya, penguatan sektor riil dilakukan secara konsisten untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut baik program Pengembangan Ekonomi Daerah yang dijalankan OJK. Menurutnya, kolaborasi antara OJK, pemerintah, kementerian/lembaga dan pelaku industri jasa keuangan mampu mendorong lahirnya pengusaha muda yang produktif, kreatif dan berdaya saing.

Program Sultan Muda XporA 2026 merupakan bagian dari Program 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan yang digagas Herman Deru bersama OJK dan berbagai pemangku kepentingan.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mendukung pengembangan infrastruktur.

Untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan, OJK juga menghadirkan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) di Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan.

Pusat tersebut berfungsi sebagai tempat pelatihan, inkubasi dan business connection hub yang mempertemukan pengusaha dengan jejaring bisnis, peluang perluasan pasar serta akses sektor jasa keuangan.

Keberadaan SMSC diharapkan dapat mempercepat lahirnya pengusaha muda yang mampu bersaing dan siap memasuki pasar ekspor.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis pembiayaan komoditas unggulan sebesar Rp869.291.307.790 serta Letter of Credit ekspor senilai USD209.723 oleh lima bank.

Selain itu, dilakukan rebranding logo Sultan Muda Sumatera Selatan, peresmian Sultan Muda HIPMI Card, serta Pusat Kolaborasi dan Akselerasi Ekonomi Daerah “Sumsel Maju Terus Untuk Semua”.

Pusat kolaborasi tersebut menjadi wadah sinergi pemerintah daerah, OJK dan Bank Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan Sultan Muda XporA 2026 diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas pengusaha muda, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan dan masyarakat umum.

Melalui penguatan pembiayaan, hilirisasi dan perluasan akses pasar, OJK berharap komoditas unggulan daerah tidak hanya mampu memenuhi pasar domestik, tetapi juga semakin kuat bersaing di pasar global. (rls)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.