OJK Ingatkan Mahasiswa UNRI: Kemudahan Pembiayaan Digital Bisa Jadi Bumerang

oleh -1314 Dilihat
banner 468x60

PEKANBARU — Kemudahan mengakses pembiayaan melalui teknologi digital ternyata menyimpan risiko yang perlu diwaspadai, terutama bagi generasi muda. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan mahasiswa agar memahami risiko penyalahgunaan data pribadi hingga ancaman terjebak dalam pembiayaan ilegal.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, saat memberikan kuliah umum di Universitas Riau (UNRI), Selasa (21/4/2026).

banner 700x875

Kuliah umum bertema “Pembiayaan Digital: Peluang, Tantangan, dan Prospek Masa Depan” itu diikuti lebih dari 350 mahasiswa. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara OJK dan Universitas Riau untuk periode 2023–2028.

Agusman mengatakan perkembangan pembiayaan digital memberikan kemudahan karena proses pengajuan hingga pembayaran dapat dilakukan dengan cepat dan lintas wilayah.

Namun, kemudahan tersebut juga membawa konsekuensi. Data pengguna yang tersimpan di perangkat digital dapat menjadi sasaran penyalahgunaan apabila tidak dikelola dengan baik.

“Gara-gara sangat mudah itu, tentu ada konsekuensi. Risiko-risiko yang perlu kita sama-sama pelajari dan kita pahami,” ujar Agusman.

OJK menilai pembiayaan digital memiliki prospek besar jika dimanfaatkan secara tepat. Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu menerapkan prinsip kehati-hatian sebelum menggunakan layanan pembiayaan berbasis teknologi.

Agusman menegaskan OJK telah menyiapkan berbagai regulasi dan roadmap untuk memperkuat pengaturan serta pengawasan terhadap industri pembiayaan digital.

Namun, regulasi saja dinilai tidak cukup. OJK membutuhkan dukungan dunia pendidikan dan mahasiswa agar memahami risiko sebelum menggunakan produk keuangan digital.

“Dari akademisi, dari kampus-kampus, dari adik-adik mahasiswa, jangan sampai pernah jadi korban,” tegasnya.

Menurut OJK, peningkatan literasi keuangan menjadi penting agar generasi muda tidak hanya mampu memanfaatkan peluang pembiayaan digital, tetapi juga memahami konsekuensi dan risiko yang menyertainya.

Rektor Universitas Riau Sri Indarti menyatakan dukungannya terhadap kerja sama yang telah terjalin dengan OJK.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan regulator penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito mengapresiasi sinergi OJK dengan Universitas Riau. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai sektor jasa keuangan, terutama di tengah pesatnya transformasi digital.

Triyoga berharap kolaborasi tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Riau.

Selain itu, edukasi kepada mahasiswa diharapkan mampu mencetak generasi muda yang memiliki pemahaman keuangan memadai dan daya saing tinggi.

OJK menegaskan akan terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya untuk membentuk generasi muda yang melek keuangan, kritis terhadap risiko, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (rls)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.