Bupati Shalahuddin Pastikan Cadangan Pangan Barito Utara Prioritaskan Hasil Petani Lokal

oleh -4924 Dilihat
banner 468x60

MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa pengadaan cadangan pangan daerah akan mengutamakan hasil produksi petani lokal. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan jawaban lanjutan atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang I Tahun 2026 di Gedung DPRD Barito Utara, Rabu (4/3/2026).

Dalam penjelasannya terkait Raperda tentang Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah, Bupati menyebutkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani lokal.

banner 700x875

“Dalam raperda telah ditegaskan bahwa pengadaan cadangan pangan diutamakan melalui pembelian produksi dalam negeri, termasuk yang berasal dari daerah. Distributor luar hanya menjadi alternatif apabila produksi daerah tidak mencukupi,” ujar H. Shalahuddin.

Menurutnya, komoditas cadangan pangan akan difokuskan pada bahan pangan pokok yang dikonsumsi sehari-hari masyarakat, terutama beras serta komoditas lain yang sesuai dengan potensi sumber daya dan kearifan lokal di Kabupaten Barito Utara.

Bupati juga mengakui bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Barito Utara belum memiliki gedung khusus penyimpanan cadangan pangan daerah. Untuk sementara, penyimpanan masih bekerja sama dengan Perum Bulog sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.

Ia menegaskan, keberadaan perda tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang kuat untuk memastikan cadangan pangan siap digunakan dalam kondisi darurat, seperti bencana alam, krisis pangan, maupun keadaan mendesak lainnya.

“Cadangan pangan tidak hanya tersedia sebagai stok, tetapi benar-benar siap disalurkan secara cepat dan tepat sasaran ketika terjadi bencana atau kondisi darurat,” tegasnya.

Selain itu, penetapan jumlah dan jenis komoditas cadangan pangan akan disesuaikan dengan jumlah penduduk, kebutuhan konsumsi masyarakat, potensi kerawanan pangan, hingga kemampuan produksi daerah.

Saat ini, Kabupaten Barito Utara telah memiliki tujuh lumbung pangan yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Montallat, Gunung Timang, Teweh Selatan, Teweh Tengah, dan Teweh Timur.

Bupati menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun dan mengelola cadangan pangan di tingkat desa maupun kelompok masyarakat melalui pembinaan, bantuan stimulan, hingga dukungan sarana dan prasarana.

“Dengan pengaturan ini, pemerintah tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga memberdayakan masyarakat sebagai subjek aktif dalam membangun cadangan pangan yang berkelanjutan,” pungkas H. Shalahuddin.(SP)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.