INDOPOL MEDIA – Peristiwa meninggalnya seorang emak-emak di Pemalang yang diduga kelelahan karena antre Gas 3 Kg ditanggapi oleh Partai Perindo.
Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Andi Yuslim Patawari sangat prihatin adanya warga yang meninggal karena antre gas 3kg.
“Sangat kita sayangkan, Kami cukup prihatin adanya warga meninggal karena antrean gas 3 kg,” kata Andi Yuslim kepada Indopol.co melalu pesan WhatsApp.
Yuslim mengatakan progam pemerintah mungkin saja bagus untuk memastikan agar penerima subsidi gas 3 kg tepat sasaran. Namun harusnya program tersebut dilakukan sosialisasi lebih awal.
Pasalnya kata dia, gas 3 kg saat ini sudah menjadi kebutuhan primer warga. Sehingga segala kebijakan yang menyangkut gas 3 kg ini butuh sosialisasi yang masif ke masyarakat.
Atas dasar itu, dia menyarankan pemerintah melakukan sosialisasi yang masif terhadap program tersebut. Apalagi gas sangat diperlukan masyarakat.
“Saran kami, program itu bagus tapi ada baiknya dilakukan sosialisasi di mana gas ini menjadi kebutuhan rumah tangga. Kalau nggak ada gas, orang nggak makan, nggak minum. Harus ada pemikiran lain kalau memang ada yang sifatnya kebijakan,” ujarnya.
Yuslim menambahkan bahwa pemerintah harus sensitif tentang hal tersebut karena menyangkut kemanusiaan, menyangkut kebutuhan banyak orang. (din)