Wakil Bupati Barito Utara Bacakan Sambutan Menag pada HAB ke-80 Kemenag

oleh -1255 Dilihat
banner 468x60

MUARA TEWEH – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan energi kebangsaan yang produktif dalam mendorong kemajuan Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan pada peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Tahun 2026 tingkat Kabupaten Barito Utara, Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Barito Utara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, unsur Forkopimda, anggota DPRD Barito Utara, Kepala Kantor Kementerian Agama Barito Utara beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya.

banner 700x875

Dalam sambutannya, Menag menyampaikan bahwa tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, memiliki makna mendalam bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sinergi produktif yang mampu menyatukan berbagai perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif untuk memajukan bangsa.

“Para pendiri Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai serta mewujudkan masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera,” ujar Menag melalui sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Felix.

Menag juga menegaskan bahwa keberadaan Kementerian Agama sejak awal merupakan kebutuhan nyata bangsa Indonesia yang majemuk. Selama 80 tahun perjalanan pengabdiannya, Kementerian Agama terus berperan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan sekaligus memperkuat kerukunan umat beragama berbasis nilai kemanusiaan.

Selain itu, Kementerian Agama terus memperluas perannya melalui peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga memastikan agama hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan masyarakat dan bangsa.

Dalam sambutan tersebut, Menag turut memaparkan berbagai capaian sepanjang tahun 2025 melalui program “Kemenag Berdampak”, di antaranya transformasi digital layanan keagamaan agar lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Di bidang ekonomi umat, Kementerian Agama juga terus memperkuat pemberdayaan pesantren serta pengelolaan dana sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana kebajikan lainnya. Sementara di sektor pendidikan, madrasah dan perguruan tinggi keagamaan dinilai terus menunjukkan peningkatan kualitas melalui inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana pendidikan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.