UMKM Binaan BI Kalteng Bikin Gebrakan di Jakarta, Batik dan Kuliner Tembus Pasar Mancanegara

oleh -149 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kalimantan Tengah mulai menunjukkan taringnya di panggung nasional hingga pasar internasional. Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Kalteng ambil bagian dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, dengan sejumlah produknya telah berhasil menembus pasar mancanegara.

Dua di antaranya, Griya Batik Umiy Lasega dan Dapur S’best, dipercaya menjadi UMKM unggulan yang mewakili Kalimantan Tengah dalam pameran luring KKI 2026. Keduanya tampil membawa produk khas daerah sekaligus menunjukkan hasil pembinaan UMKM yang dilakukan secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

banner 700x875

KKI 2026 berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Bank Indonesia memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi dan perluasan pasar UMKM.

KKI tahun ini juga membawa semangat “Beudaya MeusareSare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama. Gelaran tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh dan berdaya saing.

Menurutnya, semangat bangkit diperlukan bagi UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Sementara ketangguhan dibangun melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Adapun daya saing diperkuat melalui inovasi produk serta perluasan pasar domestik dan ekspor.

Salah satu cerita sukses datang dari Griya Batik Umiy Lasega. UMKM yang bergerak di bidang wastra dan ready to wear tersebut telah memasarkan produknya ke sejumlah negara, termasuk Polandia dan Belanda.

Tidak berhenti pada ekspansi pasar, Griya Batik Umiy Lasega juga terus melakukan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah produknya. Salah satunya melalui penggunaan malam berbahan kelapa sawit serta pengembangan motif batik pada kain linen.

Karya Griya Batik Umiy Lasega bahkan mendapat tempat khusus dalam Hall of Inspiration (HoI) KKI 2026, yang menampilkan karya wastra unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu karya yang ditampilkan adalah Motif Legenda Rusa Borneo. Motif tersebut terinspirasi dari hutan Kalimantan sebagai ruang kehidupan yang tumbuh dalam harmoni. Unsurnya memadukan flora khas Borneo dengan simbol ketahanan, pertumbuhan, keseimbangan dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam.

Motif tersebut diwujudkan pada kain katun Jepang menggunakan malam kelapa sawit melalui teknik batik tulis standar premium. Perpaduan itu menghadirkan identitas lokal, kekayaan alam dan ketelitian proses produksi dalam satu karya.

Cerita sukses lainnya datang dari Dapur S’best, UMKM sektor makanan olahan yang juga berhasil memperluas pasar hingga mancanegara.

Produk Dapur S’best telah menjangkau Australia dan Bangladesh. Tak hanya itu, UMKM tersebut juga menjadi mitra pemasok makanan bagi SPPG dalam mendukung penyediaan makanan bergizi gratis.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran. UMKM juga dapat mengambil bagian dalam mendukung program prioritas pemerintah sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas.

Selain dua UMKM unggulan tersebut, sembilan UMKM binaan BI Kalteng ikut memperkenalkan produk melalui pameran daring KKI 2026. Mereka adalah Batik Moneng, Indang Apang Gallery, Jawet Niang, Mel’s Gallery, Must Yoan Farm, Mentaya Sweet, Sedaun Herbal, KWT Agro Sukses, dan Weavora.

Keterlibatan belasan UMKM tersebut menjadi kesempatan bagi produk Kalteng untuk memperoleh eksposur lebih luas sekaligus membuka peluang akses pasar baru.

Partisipasi Kalteng di KKI 2026 tidak hanya diisi produk UMKM. Muhammad Jodi Irawan, barista terbaik Kalimantan Tengah yang menjadi semifinalis Cangkir Barista Championship Pejuang Kopi Nusantara 2026, turut hadir membawa nama daerah.

Kehadiran Jodi memperlihatkan bahwa potensi ekonomi kreatif Kalteng tidak hanya berasal dari produk barang, tetapi juga dari talenta dan pelaku usaha di sektor kopi.

Keikutsertaan UMKM Kalteng dalam KKI 2026 juga bukan proses yang instan. Sebelumnya, BI Kalteng bersama pemerintah daerah menggelar Pesona Tambun Bungai 2026 pada 29–31 Mei 2026 di Duta Mall Palangka Raya sebagai bagian dari Road to KKI 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kurasi dan pendampingan bagi UMKM sekaligus memperkuat kesiapan mereka untuk memasuki pasar yang lebih luas.

Penguatan UMKM juga diarahkan pada transformasi digital. BI Kalteng terus mendorong onboarding UMKM ke kanal digital serta memperluas pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran.

Hasilnya, seluruh UMKM binaan BI Kalteng telah memanfaatkan QRIS dan melakukan transaksi secara digital melalui marketplace. Digitalisasi ini diharapkan memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi transaksi dan memperkuat daya saing UMKM di tengah pertumbuhan ekonomi digital.

Menariknya, pengembangan UMKM Kalteng juga tidak dilepaskan dari identitas budaya daerah. BI mendorong produk lokal agar memiliki nilai ekonomi sekaligus merepresentasikan kekayaan budaya Kalimantan Tengah.

Dengan pendekatan tersebut, UMKM diharapkan bukan hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga menjadi sarana pelestarian dan promosi warisan budaya Kalteng hingga tingkat nasional dan pasar global.

Secara nasional, skala KKI 2026 juga semakin besar. Selama empat hari pelaksanaan, pameran luring di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sedangkan pameran daring melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 turut menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, mulai dari talkshow ekonomi dan keuangan inklusif, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan dan ekspor, showcase UMKM unggulan, Cangkir Nusantara, showcase pariwisata hingga berbagai instalasi dan ruang interaksi.

Ragam produk yang ditampilkan pun sangat luas, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan hingga atraksi desa wisata.

Bagi Kalimantan Tengah, keikutsertaan di KKI 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar daerah. Dengan pembinaan, digitalisasi, akses pembiayaan, inovasi dan perluasan pasar yang konsisten, UMKM Kalteng mulai bergerak menuju level yang lebih tinggi.

Dari batik yang telah menembus Polandia dan Belanda hingga produk makanan yang dipasarkan ke Australia dan Bangladesh, kiprah UMKM Kalteng di KKI 2026 menjadi gambaran bahwa potensi ekonomi daerah dapat berkembang lebih jauh ketika didukung sinergi dan pembinaan yang berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.