INDOPOL MEDIA, PANGKALAN BUN — Sebuah insiden tragis terjadi di perairan Laut Jawa, Kalimantan Tengah. Seorang anak buah kapal (ABK) dari TB Patria 3 ditemukan meninggal dunia di dalam kabin saat kapal tengah berlayar, Sabtu (18/10/2025).
Korban diketahui bernama Andi Haeran, yang menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal tersebut. Berdasarkan keterangan awak kapal, korban ditemukan tak bernyawa di dalam ruang kabin pada Kamis (16/10) ketika kapal dalam perjalanan dari Bojonegoro menuju Kumai.
Rekan-rekannya sempat memberikan pertolongan pertama, namun nyawa korban tidak tertolong. Kapten kapal kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak perusahaan dan otoritas terkait untuk proses evakuasi.
Menanggapi laporan itu, Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, langsung menginstruksikan tim Pos SAR Pangkalan Bun untuk bergerak menuju lokasi kapal menggunakan metode intercept di tengah laut.
“Tim kami bergerak cepat melakukan koordinasi dan menjemput kapal di titik pertemuan yang sudah ditentukan,” ujar Ketut Alit.
Setelah melakukan pelayaran selama sekitar lima jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa menuju Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, pada Minggu (19/10) dini hari pukul 02.40 WIB.
Setibanya di darat, jenazah langsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Operasi SAR resmi kami tutup setelah proses evakuasi selesai. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi semua pihak, baik TNI AL, Polairud, KPLP, maupun pihak perusahaan pelayaran,” kata Ketut Alit. (YI)









