TP PKK Barito Utara Gandeng Densus 88 Edukasi Pelajar Cegah Radikalisme Sejak Dini

oleh -1235 Dilihat
banner 468x60

MUARA TEWEH – Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda terus diperkuat. TP PKK Kabupaten Barito Utara bekerja sama dengan Densus 88 Antiteror (AT) Polri menggelar sosialisasi paham radikalisme bagi anak dan remaja di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan siswa tingkat SLTA se-Kabupaten Barito Utara serta Duta Generasi Berencana (GenRe) Barito Utara. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan pelajar terhadap berbagai bentuk penyebaran paham radikal yang berpotensi mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

banner 700x875

Hadir sebagai narasumber, Panit Satgas Wilayah Kalimantan Tengah Densus 88 AT Polri, IPTU Ganjar Satriono, yang memaparkan berbagai aspek terkait radikalisme, mulai dari karakteristik, pola penyebaran, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh keluarga dan masyarakat.

Dalam sambutan Ketua TP PKK Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, yang dibacakan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Barito Utara, Mira Apriyantinada Felix Y. Tingan, ditegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, anak-anak dan remaja memiliki pemahaman yang benar serta mampu menangkal pengaruh radikalisme sejak dini. Peran keluarga sangat penting dalam membimbing dan mengawasi perkembangan anak,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut generasi muda untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang diterima, terutama dari media digital yang kerap menjadi sarana penyebaran ideologi radikal.

Sementara itu, IPTU Ganjar Satriono menekankan bahwa anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang rentan menjadi sasaran penyebaran paham radikal, khususnya melalui media sosial dan lingkungan pergaulan yang kurang terpantau.

“Penguatan literasi digital, pengawasan orang tua, serta penanaman nilai kebangsaan dan toleransi sejak dini menjadi benteng utama dalam mencegah masuknya paham radikal kepada generasi muda,” jelasnya.

Ia juga mengajak para pelajar untuk lebih kritis dalam menerima informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau narasi yang mengarah pada tindakan intoleransi dan kekerasan.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Barito Utara berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya radikalisme semakin meningkat. Keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berwawasan kebangsaan dan berjiwa persatuan. (SHP)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.