Terungkap! Shandi ‘Pembela’ Pagar Laut yang Mengaku Mahasiswa UMT Ternyata Sudah DO

oleh -497 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA – Polemik pagar laut di Kabupaten Tengerang, terus bergulir. Meskpun pagar yang terbuat dari bambu itu sudah dicabut, namun sejumlah fakta menarik mulai bermunculan di publik.

Salah satunya adalah fakta sosok Shandi Marta Praja yang membela pemagaran laut dan menyatakan kalau pagar tersebut merupakan swadaya masyarakat. Shandi juga mengaku sebagai Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UMT) Tangerang.

banner 700x875

Namn belakangan, terungkap jika sosok Shandi Marta Praja bukanlah mahasiswa aktif UMT. Pasalanya Shandi sudah di drop out (DO) dari UMT sejak tahun 2021/2022.

Shandi Marta Praja yang merupakan kordinator jaringan rakyat pantura (JRP) mengatasnamakan dirinya sebagai mahasiswa UMT, belum lama ini memang terkenal vokal saat dirinya muncul dalam dialog yang tayang di salah satu stasiun televisi terkait pemasangan pagar laut.

Dirinya mengatakan,pembangunan pagar laut itu dilakukan swadaya masyarakat pesisir agar ada mata pencaharian baru dengan menjual kerang-kerang bambu tersebut.

Dilansir dari instagram @ medsos_tangerang, diterangkan UMT jika Shandi Marta Praja bukanlah mahasiswa aktif. Hal ini diungkapkan oleh Korry Elyana, dosen Ilmu Komunikasi di UMT yang menegaskan Sandi bukan lagi mahasiswa aktif.

“Kalau dilihat dari statusnya, dia sudah di-DO. Cuma saya enggak paham kenapa dia masih menyangkutpautkan nama UMT. Mungkin dia merasa bangga jadi mahasiswa UMT, atau memang sengaja memanfaatkan nama universitas,”ungkapnya pada akun tetsebut.

Menurut Korry, tindakan Sandi yang mengatasnamakan UMT untuk mendukung proyek pagar laut ini telah mencoreng nama baik kampus.

“Sebenarnya, kalau status mahasiswanya sudah dihapus, kita harus mempertahankan nama baik UMT. Ini masalah serius karena dia membawa nama UMT tanpa izin, bahkan dalam isu yang sangat kontroversial,” tambahnya.

la juga sangat geram dengan tindakan Sandi yang tidak menjaga nama baik kampus. “Kalau memang Sandi untuk membela proyek ini, itu sangat disayangkan. Apalagi dia sudah bukan mahasiswa UMT. Dia tidak punya alibi untuk mengatasnamakan kampus,” pungkasnya.(int)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.