INDOPOL MEDIA, MUARA TEWEH – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh kembali menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang melibatkan tenaga kesehatan hingga pegawai non-kesehatan di lingkungan rumah sakit, Sabtu (25/10).
Pelatihan ini bertujuan membekali seluruh pegawai dengan kemampuan dasar memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat, baik di dalam rumah sakit maupun di luar lingkungan kerja.
Direktur RSUD Muara Teweh, dr. Tiur Maida, menegaskan pentingnya pelatihan BHD agar setiap pegawai mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat, seperti pingsan atau henti napas.
“Pelatihan ini sangat penting. Jangan sampai karena tidak terlatih, niat menolong justru menimbulkan cedera yang lebih berat,” ujarnya usai membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, pelatihan BHD dilaksanakan secara berkala setiap tiga tahun. Setelah pertama kali digelar pada 2023, pelatihan kembali dilaksanakan pada 2025 untuk menjangkau pegawai yang belum sempat mengikuti sebelumnya.
“Pesertanya sekitar 235 orang, terdiri dari CPNS baru, tenaga kontrak baru, hingga tenaga komersial. Kami ingin semua pegawai, termasuk non-medis, memiliki kemampuan dasar pertolongan hidup,” jelasnya.
Menurutnya, kemampuan BHD menjadi kompetensi penting bagi seluruh pegawai RSUD agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan awal yang tepat ketika membutuhkan pertolongan darurat.
“Jangan sampai masyarakat kecewa melihat petugas RSUD tidak mampu memberikan bantuan hidup dasar. Semua harus siap menolong kapan pun dan di mana pun,” pungkas dr. Tiur Maida. (SP)







