PALANGKA RAYA — Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa transformasi pendidikan berbasis digital menjadi langkah utama dalam menghapus kesenjangan kualitas pembelajaran antara sekolah di perkotaan dan pedalaman.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan ceramah umum bertema “Transformasi Pendidikan Menuju Kalteng Berkah Indonesia Maju 2045” di Aula Berkah Disdik Kalteng, Senin (20/4/2026).
Dalam pemaparannya, Reza menjelaskan bahwa digitalisasi pendidikan tidak hanya sebatas penyediaan perangkat teknologi, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang mampu menciptakan kebiasaan belajar baru di lingkungan sekolah.
“Digitalisasi ini untuk menyetarakan kualitas pembelajaran, supaya tidak ada lagi gap antara sekolah satu dengan yang lain. Kalau dulu ada istilah SMA plus, harapannya sekarang semua sekolah di Kalimantan Tengah menjadi sekolah plus,” ujar Muhammad Reza Prabowo.
Ia menyebutkan, Dinas Pendidikan Kalteng saat ini telah mengembangkan berbagai inovasi digital, salah satunya melalui platform Pena Kalteng yang menjadi basis pengambilan kebijakan berbasis data pendidikan.
Selain itu, pengembangan Kelas Digital Huma Betang juga memungkinkan proses pembelajaran dipantau secara real time dari mana saja. Menurutnya, sistem tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan Kalimantan Tengah dan Indonesia. Masa depan itu ada di pundak bapak ibu semua, bagaimana kita mencerdaskan anak-anak kita agar mampu bersaing secara nasional bahkan global,” tegasnya.
Reza juga mengajak seluruh jajaran pendidikan untuk terus berinovasi dan tidak cepat puas terhadap capaian yang telah diraih. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap transformasi pendidikan berbasis digital mampu menciptakan generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan Indonesia Maju 2045. (SUF)









