PALANGKA RAYA – Edukasi mengenai sektor jasa keuangan dinilai tidak cukup hanya disampaikan di ruang-ruang sosialisasi. Informasi mengenai investasi, layanan keuangan, perlindungan konsumen hingga ancaman aktivitas keuangan ilegal harus mampu menjangkau masyarakat secara luas, termasuk hingga kabupaten dan pelosok daerah.
Untuk memperluas jangkauan tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Tengah membuka peluang kolaborasi strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah. Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi dan silaturahmi jajaran SMSI Kalteng dengan OJK Kalteng yang berlangsung di Kantor OJK Kalteng, Senin (24/8/2026).
Rombongan SMSI Kalteng dipimpin Ketua SMSI Kalteng Akhiruddin, didampingi Sekretaris Aris Kurnia Hikmawan, Bendahara Bridel B. Usin, serta Ketua Pokja SMSI Palangka Raya Irwansyah. Rombongan diterima langsung Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Namun, di balik silaturahmi tersebut, terdapat pembahasan mengenai peluang memperkuat peran media dalam menyebarluaskan edukasi keuangan kepada masyarakat Kalimantan Tengah.
Ketua SMSI Kalteng Akhiruddin mengatakan, sebagai organisasi yang menghimpun perusahaan media siber, SMSI memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya menarik, tetapi juga berkualitas, akurat dan memberikan manfaat.
Menurutnya, sektor jasa keuangan menjadi salah satu bidang yang membutuhkan penyampaian informasi secara konsisten dan mudah dipahami. Masyarakat membutuhkan informasi yang tepat agar dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak, memahami layanan yang digunakan, serta mengenali risiko yang mungkin muncul.
“SMSI sebagai organisasi yang menghimpun para pengusaha media online memiliki tanggung jawab dalam menghadirkan produk jurnalistik yang berkualitas. Kami juga ingin menjadi bagian dari media sosialisasi dalam hal literasi keuangan bagi masyarakat luas, khususnya di Kalimantan Tengah,” kata Akhiruddin.
Menurut Akhiruddin, kekuatan utama SMSI berada pada jaringan perusahaan media yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Jaringan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membantu OJK memperluas jangkauan informasi mengenai berbagai kebijakan dan program di sektor jasa keuangan.
“Kami memiliki jaringan media yang sampai ke kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah. Karena itu, SMSI siap berkolaborasi dengan OJK Kalimantan Tengah dalam mencerdaskan bangsa melalui pemberitaan, khususnya terkait literasi keuangan,” ujarnya.
Akhiruddin berharap kerja sama yang dibangun nantinya tidak berhenti pada kegiatan publikasi semata. Menurutnya, kolaborasi dapat dikembangkan dalam berbagai kegiatan edukasi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Informasi mengenai layanan jasa keuangan, perlindungan konsumen, investasi yang aman hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal dapat dikemas dalam pemberitaan yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi ketika muncul persoalan, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk mencegah risiko sejak awal.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz menyambut positif audiensi tersebut. Ia mengatakan media selama ini telah memberikan kontribusi dalam membantu OJK menyampaikan berbagai program dan kebijakan kepada masyarakat.
“OJK sangat berterima kasih kepada SMSI atas silaturahmi ini. Selama ini OJK sangat terbantu dengan kehadiran media dalam menyosialisasikan program-program OJK,” kata Primandanu.
Menurutnya, OJK Kalteng terbuka terhadap peluang kerja sama dengan SMSI, khususnya dalam memperkuat literasi keuangan melalui pemberitaan media. Informasi yang disampaikan secara masif dan berkelanjutan dinilai dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
“OJK tentunya sangat terbuka untuk kerja sama dengan SMSI dalam sosialisasi literasi keuangan melalui publikasi media,” ujarnya.
Primandanu juga menyatakan OJK Kalteng siap menggandeng SMSI dalam berbagai kegiatan maupun program OJK ke depan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memahami produk dan layanan jasa keuangan.
Kerja sama SMSI dan OJK Kalteng dinilai memiliki peluang yang cukup besar karena jaringan media SMSI tersebar di berbagai wilayah. Artinya, edukasi mengenai sektor jasa keuangan tidak harus berhenti di pusat pemerintahan atau wilayah perkotaan. Informasi tersebut dapat terus didorong hingga masyarakat di kabupaten, kecamatan bahkan pelosok Kalimantan Tengah.
Kondisi ini menjadi penting karena perkembangan layanan keuangan digital juga membuat masyarakat semakin mudah mengakses berbagai produk jasa keuangan. Di sisi lain, kemudahan tersebut harus dibarengi kemampuan memahami manfaat, risiko dan legalitas produk yang digunakan.
Melalui pemberitaan yang edukatif dan berkelanjutan, media dapat membantu menerjemahkan informasi sektor jasa keuangan ke dalam bahasa yang lebih dekat dengan masyarakat.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara SMSI Kalteng dan OJK Kalteng.
Kedua pihak membuka peluang untuk terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi sehingga kolaborasi yang dibangun tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sinergi antara lembaga pengawas sektor jasa keuangan dan jaringan perusahaan media siber diharapkan mampu memperkuat penyebaran informasi yang kredibel sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai risiko di sektor keuangan. Dengan jaringan media yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota, SMSI Kalteng siap mengambil bagian dalam memperluas edukasi tersebut.
Pada akhirnya, kolaborasi SMSI dan OJK Kalteng diharapkan mampu mendorong masyarakat menjadi semakin melek keuangan, cerdas mengambil keputusan finansial, serta lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan dan aktivitas keuangan ilegal. (din)







