Siswa Kalteng Mulai Disiapkan Kuliah ke Luar Negeri Sejak Kelas XI, Ini Strategi Disdik

oleh -1131 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan mulai mempersiapkan siswa untuk menembus beasiswa luar negeri sejak duduk di bangku kelas XI. Langkah tersebut dilakukan agar peserta didik memiliki waktu yang cukup dalam menghadapi proses seleksi pendidikan internasional yang dinilai panjang dan kompetitif.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan fokus persiapan saat ini diarahkan kepada siswa kelas XI yang akan naik ke kelas XII. Menurutnya, siswa kelas XII sudah terlalu dekat dengan masa kelulusan sehingga waktu persiapan dinilai kurang optimal.

banner 700x875

“Untuk sementara kita fokuskan ke kelas XI yang mau naik ke kelas XII, supaya persiapannya lebih matang. Karena sekarang sudah bulan April, kalau kelas XII sudah tidak terkejar, tapi kelas XI masih bisa kita siapkan,” ujar Muhammad Reza Prabowo saat ditemui di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, proses melanjutkan pendidikan ke luar negeri membutuhkan kesiapan matang, terutama dalam penguasaan bahasa asing dan kemampuan akademik. Karena itu, pemerintah daerah mulai membangun sistem pembinaan sejak dini agar siswa lebih siap menghadapi standar pendidikan internasional.

Menurut Reza, kemampuan bahasa menjadi salah satu faktor penting dalam seleksi perguruan tinggi luar negeri. Para siswa harus mampu menghadapi tes internasional seperti IELTS dan TOEFL yang menjadi syarat utama di banyak universitas dunia.

“Prosesnya panjang. Anak-anak yang mau keluar negeri itu harus disiapkan IELTS, TOEFL, dan juga kemampuan lainnya. Jadi tidak bisa instan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Pendidikan Kalteng kini menggulirkan program pembelajaran tujuh bahasa asing di sekolah. Setiap hari siswa mendapatkan materi bahasa berbeda, mulai dari Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Jerman, Prancis, Korea, hingga Bahasa Arab sebagai bagian dari penguatan kompetensi global.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Agustiar Sabran dan Edy Pratowo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berstandar internasional.

Pemerintah berharap generasi muda Kalimantan Tengah nantinya mampu bersaing, beradaptasi, dan berprestasi di lingkungan pendidikan global serta membawa nama daerah di tingkat internasional. (SUF)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.