Santri Diajari Tentang Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit

oleh -510 Dilihat
FOTO BERSAMA - Tim pengabdian masyarakat Universitas Palangka Raya (UPR) saat foto bersama dengan santri saat usai sosialisasi
banner 468x60

PALANGKA RAYA – Tim pengabdian masyarakat Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan kegiatan sosialisasi bioekologi arthropoda (vektor) dan binatang pembawa penyakit di LKSA/Panti Asuhan Darul Tazkiyah Palangka Raya, 20 Juli 2024. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup santri dan penghuni pesantren agar terbebas dari penyakit menular.

Dosen Parasitologi dan Entomologi Kesehatan Prodi Biologi FMIP UPR, Mirnawati Dewi, M.Si kepada media ini mengatakan bahwa berdasarkan survei yang dilakukan LIPI pada tahun 2020, pengetahuan masyarakat terhadap penyakit zoonosis masih rendah. Vektor merupakan arthropoda yang memiliki kemampuan menularkan, memindahkan atau menjadi sumber penular agen penyakit.

banner 700x875

Adapun artropoda (vektor) yang dimaksud diantaranya ordo Diptera (Nyamuk dan Lalat), Ordo Siphonaptera (Pinjal), Ordo Phthiraptera (Kutu), Ordo Blattodea (Kecoak), Ordo Astigmata (Tungau), Ordo Ixodida (Caplak).

Adapun jenis binatang pembawa penyakit diantaranya yaitu Tikus, Kelelawar, Sapi, Anjing, Primata, Babi, Unggas.

“Infeksi penyakit yang ditularkan arthropoda (vektor) diantaranya yaitu Demam berdarah, malaria, filariasis (kaki gajah), Japanese encephalitis (radang otak), schistosomiasis (demam keong), pediculosis (kutu kepala), kolera, disentri, scabies,” katanya.

Lebih lanjut Mirnawati Dewi menjelaskan beberapa penyakit yang ditularkan melalui binatang diantaranya yaitu rabies, leptospirosis, PES, Herpes, Toxoplasma, Lyme, Anthrax dan Covid-19. Beberapa penyakit tersebut sebagian di temukan di lingkungan asrama/pesantren.

Selain itu kata dia, berdasarkan berita yang dimuat di beberpaa media bahwa dalam sebulan ada 700 kasus demam berdarah di Kalteng, dan lima orang diantaranya meninggal dunia. Bahkan masih ditemukan kasus scabies di Kalimantan yang sering menyerang anak-anak usia 10-12 tahun dengan prevalensi 5-10%.

Mirnawati menambahkan bahwa transfer ilmu pada pengelola dan santri juga untuk membentuk kader santri sehat sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan yang melibatkan mereka secara langsung.

Selain itu untuk menciptakan kemandirian kesehatan di LKSA/Panti Asuhan, pengenalan bioekologi merupakan langkah awal pencegahan penyebaran penyakit menular.

Setelah kegiatan sosialiasi par asantri dan dibekali buku saku bioekologi dan binatang pembawa penyakit sehingga, diharapkan mereka dapat melakukan pengendalian yang tepat dan aman.

Kegiatan pengabdian ini merupakan peran lembaga pendidikan terkait penyakit dan kesehatan manusia dan hewan melalui transfer ilmu pengetahuan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular.

Selain itu juga membantu pemerintah menanggulangi dengue pada tahun 2021-2025 sesuai dengan komitmen nasional serta terciptanya masyarakat yang mandiri kesehatan.

Sekedar di ketahui, kegiatan pengabdian tersebut didanai oleh hibah BIMA Kemdikbudristek, dengan nomor 1014/UN24.13/AL.O4/2024. (rls)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.