Ribuan Data Siswa Diverifikasi, Disdik Kalteng Antisipasi Salah Sasaran Sekolah Gratis

oleh -5585 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA — Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan verifikasi ribuan data siswa dalam pelaksanaan Program Sekolah Gratis tahun 2026 guna mengantisipasi terjadinya salah sasaran penerima bantuan pendidikan. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPRD Kalteng di Palangka Raya, Senin (2/3/2026).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan proses validasi dilakukan secara ketat karena program itu menyangkut bantuan langsung kepada masyarakat melalui skema Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).

banner 700x875

Menurut Reza, dari total 35 ribu siswa pengusul, sebanyak 31.565 siswa telah masuk dalam hasil pemadanan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, masih terdapat 12.305 siswa pada kategori desil 6 hingga 10 yang perlu menjalani pemutakhiran data lebih lanjut.

“Kita dahulukan desil 1 sampai 5 dan yang tidak terdaftar. Sedangkan desil 6 sampai 10 akan dilakukan pemutakhiran data bersama Dinas Sosial agar bantuan tepat sasaran,” kata Muhammad Reza Prabowo.

Ia menjelaskan, meski belum menjadi prioritas utama penerima bantuan, sejumlah siswa kategori desil 6 hingga 10 tetap melampirkan dokumen pendukung seperti surat keterangan tidak mampu. Kondisi tersebut membuat Disdik Kalteng bersama Dinas Sosial melakukan peninjauan ulang terhadap data dan kondisi calon penerima bantuan.

Reza menilai proses mitigasi sejak awal sangat penting agar pelaksanaan program tidak memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga ingin menjaga kepercayaan publik terhadap program bantuan pendidikan yang sedang dijalankan.

Program Sekolah Gratis tahun 2026 sendiri dialokasikan anggaran sebesar Rp58 miliar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan bantuan tersebut dapat membantu ribuan siswa memperoleh akses pendidikan yang lebih merata dan layak.

Setiap siswa penerima nantinya akan memperoleh bantuan sebesar Rp1,5 juta per tahun. Rinciannya, Rp1 juta digunakan untuk perlengkapan sekolah melalui BOSDA dan Rp500 ribu disalurkan langsung ke rekening siswa dalam dua tahap pencairan. (SUF)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.