PENA Kalteng Bikin Data Sekolah Transparan, Pendidikan Digital Kini Menjangkau Pelosok

oleh -4578 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA — Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat sistem pemantauan pendidikan berbasis digital melalui aplikasi PENA Kalteng. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam kegiatan Diseminasi Kekayaan Intelektual di Best Western Batang Garing Palangka Raya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Reza, digitalisasi pendidikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.

banner 700x875

Melalui aplikasi PENA Kalteng, seluruh SMA, SMK, dan SKH kini dapat dipantau secara terbuka. Pemerintah dapat melihat kondisi sekolah secara lebih akurat, mulai dari sarana pendidikan, tenaga pengajar, hingga perkembangan jumlah satuan pendidikan yang kini meningkat dari sekitar 410 sekolah menjadi 443 sekolah.

“Sudah banyak yang kita lakukan. Ini investasi jangka panjang. Inovasi itu tidak selalu harus baru, tapi bisa menyempurnakan yang sudah ada,” kata Muhammad Reza Prabowo.

Ia menjelaskan, data digital tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sekolah-sekolah yang berada di sekitar kawasan tambang dan perkebunan kini dapat dipetakan kebutuhannya secara lebih jelas sehingga bantuan perusahaan menjadi lebih tepat sasaran.

Reza mencontohkan SMA Arut Utara yang sebelumnya mengalami keterbatasan tenaga pengajar fisika. Kini proses pembelajaran dapat dilakukan secara hybrid dengan dukungan teknologi seperti papan tulis interaktif, panel surya, dan jaringan internet satelit Starlink.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membuka akses pendidikan yang lebih merata hingga ke daerah terpencil dan wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap transformasi pendidikan berbasis teknologi tersebut mampu menciptakan sistem pembelajaran yang lebih modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga kualitas sumber daya manusia daerah terus meningkat. (SUF)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.