Pemprov Kalteng Pastikan Beasiswa dan Kuliah Gratis Tak Terganggu Efisiensi Anggaran

oleh -1723 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan tinggi sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Hal itu ditegaskan saat ia mengumpulkan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kalimantan Tengah dalam forum silaturahmi di Istana Isen Mulang, Jumat malam (28/11/2025).

Di hadapan para rektor dan pimpinan kampus, Agustiar secara langsung mendengar berbagai aspirasi dunia pendidikan, mulai dari persoalan akses kuliah bagi anak-anak pelosok hingga kebutuhan penguatan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan, pertemuan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari langkah nyata pemerintah daerah memastikan program Satu Rumah Satu Sarjana berjalan efektif dan berkelanjutan.

banner 700x875

“Pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan. Saya ingin masyarakat Dayak dan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah benar-benar menjadi tuan rumah di tanah sendiri,” tegas Agustiar.

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi menyampaikan dukungan dan masukan langsung kepada Gubernur. Universitas Palangka Raya (UPR) menilai kebijakan Satu Rumah Satu Sarjana sebagai terobosan tepat dan menyatakan kesiapan mendampingi calon mahasiswa sejak bangku SMA, termasuk mereka yang bercita-cita masuk Fakultas Kedokteran.

Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) mengapresiasi intensitas kunjungan Gubernur ke kampus-kampus yang dinilai mampu meningkatkan motivasi mahasiswa. Sementara UIN Palangka Raya mendorong penguatan konektivitas transportasi serta optimalisasi dana CSR perusahaan guna mendukung pembiayaan pendidikan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Agustiar menegaskan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak akan memangkas anggaran pendidikan. Ia memastikan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) akan tetap menjadi instrumen utama dalam membantu mahasiswa, termasuk untuk menopang biaya hidup dan kebutuhan pendidikan lainnya.

“Efisiensi boleh, tapi pendidikan tidak boleh dikorbankan. Anggaran pendidikan tetap kami jaga,” ujarnya tegas.

Gubernur juga membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan dunia usaha, khususnya melalui kewajiban CSR perusahaan, baik untuk beasiswa, penyediaan asrama mahasiswa, program magang, maupun peningkatan fasilitas kampus.

Pertemuan tersebut menyepakati sejumlah arah kebijakan penting, antara lain penguatan program Satu Rumah Satu Sarjana, pemerataan infrastruktur pendidikan hingga ke pelosok, peningkatan daya saing mahasiswa melalui vokasi dan magang, serta penguatan sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Agustiar Sabran memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan memfasilitasi pertemuan rutin pimpinan perguruan tinggi setiap tiga bulan sebagai forum evaluasi dan koordinasi berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, Kalimantan Tengah menatap masa depan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkeadilan, sekaligus mempertegas peran Gubernur dalam memastikan setiap anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk meraih gelar sarjana di Bumi Tambun Bungai. (din)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.