OJK Perkuat Akses Keuangan Inklusif di Kotawaringin Barat

oleh -1282 Dilihat
Keterangan Foto: Penyelenggaraan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. (ist)
banner 468x60

INDOPOL.CO, KOTAWARINGIN BARAT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat upaya pemerataan layanan keuangan melalui puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang berlangsung di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat pada Selasa, 20 Oktober 2026.

banner 700x875

Mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan formal.

Penyelenggaraan BIK 2026 melibatkan pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, KADIN, lembaga jasa keuangan, perguruan tinggi, satuan pendidikan, serta mitra strategis lainnya. Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan World Investor Week dan Bulan Dana Pensiun.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menekankan bahwa pemerataan akses perlu disertai pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.

“Inklusi keuangan bukan sekadar memastikan masyarakat memiliki akses terhadap layanan jasa keuangan, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui momentum BIK, World Investor Week, dan Bulan Dana Pensiun, kami mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan menabung, memahami investasi, serta merencanakan masa pensiun sejak dini sebagai fondasi ketahanan finansial jangka panjang,” terang Primandanu.

Data pasar modal memperlihatkan jumlah investor Kalimantan Tengah meningkat dari 130.330 orang pada Agustus 2025 menjadi 277.328 orang pada Agustus 2026.

Kabupaten Kotawaringin Barat mencatat 32.800 investor atau 11,83 persen dari total investor provinsi. Nilai transaksi saham di kabupaten ini juga bertambah dari Rp13,29 miliar menjadi Rp20,16 miliar.

Pada sektor dana pensiun, aset di Kalimantan Tengah meningkat 3,9 persen dari Rp114,84 miliar pada Agustus 2025 menjadi Rp119,42 miliar pada Agustus 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Rody Iskandar, yang mewakili bupati, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap akses keuangan yang semakin merata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan dunia usaha dalam meningkatkan literasi serta memperluas akses keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM, generasi muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat perdesaan. Dengan akses keuangan yang semakin merata, perekonomian daerah diharapkan dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” terang Rody.

Acara puncak juga menghadirkan talkshow keuangan secara hybrid dengan total 400 peserta. Diskusi bersama narasumber dari OJK, BI, BEI, dan BPJS Ketenagakerjaan membahas pengenalan layanan keuangan, risiko kejahatan digital, investasi, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Stan layanan keuangan dari sektor perbankan dan pasar modal turut tersedia untuk memberikan informasi dan konsultasi kepada peserta.

OJK Kalimantan Tengah berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis untuk memperluas akses keuangan, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.