OJK Kalteng Genjot Literasi Pasar Modal Syariah, Warga Diingatkan Waspadai Investasi Ilegal

oleh -1305 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong masyarakat agar semakin cerdas dan berhati-hati dalam berinvestasi. Salah satu upaya yang dilakukan melalui penguatan literasi pasar modal syariah.

OJK Kalteng bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalteng menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah sebagai bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026.

banner 700x875

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai investasi berbasis syariah sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus investasi ilegal yang semakin berkembang di era digital.

Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menegaskan, penguatan literasi menjadi bagian penting dalam mendorong inklusi keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami terlebih dahulu produk dan layanan keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Legalitas serta keamanan produk investasi juga harus menjadi perhatian utama.

“”Masyarakat harus lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan investasi, terutama di era digital,”” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Penguatan literasi pasar modal syariah dinilai semakin penting seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi syariah.

Data perkembangan pasar modal syariah nasional yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan jumlah investor syariah telah mencapai 219.828 investor pada awal 2026. Sementara jumlah saham syariah juga terus bertambah dan mencapai 672 saham hingga Maret 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalteng Stephanus Cahyo Adiraja mengatakan, Sekolah Pasar Modal Syariah menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi.

Ia berharap masyarakat tidak hanya mengenal pasar modal syariah, tetapi juga memahami cara berinvestasi secara benar, aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah.

“Dengan literasi yang memadai, masyarakat diharapkan mampu melihat pasar modal syariah sebagai salah satu alternatif investasi sekaligus terhindar dari praktik investasi ilegal,” ujarnya.

Materi yang diberikan dalam Sekolah Pasar Modal Syariah tidak sebatas pengenalan instrumen investasi.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme investasi yang aman hingga proses pembukaan rekening efek syariah.

Ketua Umum MES Kalteng Norhani menilai kolaborasi antara regulator, industri dan komunitas menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut diikuti pengurus dan anggota MES, organisasi Islam, pelaku UMKM serta masyarakat umum.

Melalui edukasi tersebut, OJK, BEI dan MES berharap masyarakat semakin mampu mengambil keputusan investasi secara rasional, memahami risiko dan memanfaatkan peluang pasar modal syariah secara bertanggung jawab.

Upaya peningkatan literasi itu sekaligus diharapkan dapat memperkuat inklusi keuangan dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (rls)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.