OJK Kalteng Bekali PMI di Korea Selatan Literasi Keuangan dan Waspada Penipuan Digital

oleh -1356 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Salah satunya melalui webinar internasional bertajuk “Pelatihan Literasi & Aplikasi Smart PMI untuk PMI di Korea Selatan” yang digelar secara daring, Sabtu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Proyek Berbasis Masyarakat Universitas (PBMU) Siber Muhammadiyah bersama Komunitas Migran Indonesia (KMI) dan Forkomasi Korea Selatan. Webinar diikuti antusias oleh PMI yang bekerja dan berdomisili di Korea Selatan.

banner 700x875

Dalam kegiatan itu, OJK hadir memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan yang bijak sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan digital yang menyasar pekerja migran.

Berdasarkan data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), sepanjang Januari hingga April 2026 terdapat 97.423 layanan penempatan PMI ke berbagai negara. Namun di balik kontribusi besar tersebut, PMI masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pengelolaan keuangan dan risiko penipuan.

Pada periode yang sama, KP2MI menerima 1.111 pengaduan, termasuk 50 pengaduan terkait jaminan sosial PMI dan 24 pengaduan mengenai penipuan peluang kerja.

Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Bambang Riyanta, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas PMI secara menyeluruh, mulai dari kesehatan mental, keamanan digital, hingga pengelolaan keuangan.

“PMI merupakan salah satu aset bangsa yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian. Karena itu, penting bagi mereka memiliki bekal pengetahuan yang memadai agar mampu mengelola keuangan dengan bijak, menjaga keamanan digital, serta memahami hak dan perlindungan selama bekerja di luar negeri,” ujar Bambang.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah melalui Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Ika Budhi Pratiwi, menyampaikan materi mengenai pentingnya perencanaan keuangan, budaya menabung, serta investasi pada instrumen keuangan yang legal dan aman.

Selain itu, OJK juga mengingatkan peserta terkait berbagai modus investasi ilegal dan penipuan digital yang semakin marak di era teknologi saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, OJK Provinsi Kalimantan Tengah turut memperkenalkan Buku Saku Literasi Keuangan bagi PMI dan Keluarga yang diluncurkan pada November 2025. Buku itu diharapkan menjadi pedoman praktis bagi PMI dan keluarga dalam mengelola keuangan secara berkelanjutan.

“Literasi keuangan bagi PMI bukan hanya soal kemampuan mengatur uang, tetapi juga bentuk perlindungan diri. PMI yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat, terhindar dari aktivitas keuangan ilegal, serta dapat memanfaatkan hasil kerjanya untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera,” terang Ika.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber lain dari bidang kesehatan mental dan keamanan siber, yakni Dokter Puskesmas Buminabung Muhammad Sandi Setiawan serta pakar keamanan siber PTPN Group, Fatikho Kautsar.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mulai dari strategi mengelola gaji, perlindungan data pribadi, hingga menjaga keseimbangan mental selama bekerja di luar negeri.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap PMI semakin siap menghadapi tantangan digital, mampu mengelola keuangan dengan lebih baik, serta terhindar dari berbagai modus penipuan keuangan. (din)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.