OJK Dorong Perempuan Jadi Garda Integritas, Waspadai Fraud dan Gratifikasi

oleh -541 Dilihat
banner 468x60

REMBANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perempuan untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat budaya integritas, mencegah praktik fraud, serta menjaga tata kelola yang bersih di lingkungan pemerintahan maupun sektor jasa keuangan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Dewan Audit sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena dalam Inspiring Talkshow bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026).

banner 700x875

Menurut Sophia, semangat perjuangan R.A. Kartini relevan untuk terus ditanamkan dalam kehidupan saat ini, terutama melalui sikap independen, keberanian berpikir kritis, serta keteguhan memegang nilai moral, etika, akuntabilitas dan tanggung jawab.

Ia menilai peran perempuan semakin strategis dalam membangun tata kelola yang baik. Namun, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan kesetaraan gender dan kekerasan berbasis gender.

“Dalam birokrasi, sekitar 57 persen aparatur sipil negara adalah perempuan. Pada saat yang sama, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan berbasis gender, dengan sekitar 80 persen korbannya adalah perempuan,” kata Sophia.

Sophia mengatakan perempuan memiliki kontribusi fundamental dalam membangun generasi yang berintegritas. Perempuan, menurutnya, tidak hanya berperan sebagai bagian dari dunia kerja, tetapi juga menjadi pendidik pertama dalam keluarga, teladan dalam kehidupan sosial, sekaligus pengelola ekonomi rumah tangga.

Karena itu, nilai-nilai integritas dinilai perlu ditanamkan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga.

Peran tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah, khususnya penguatan sumber daya manusia, kesetaraan gender, reformasi tata kelola, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini yang hadir secara daring menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Dalam tata kelola pemerintahan modern, integritas dan independensi bukan sekadar nilai moral. Integritas merupakan fondasi dari kepercayaan publik,” ujar Rini.

Rini juga menjelaskan pentingnya pengelolaan konflik kepentingan dalam membangun sistem integritas publik. Untuk itu, Kementerian PAN-RB telah menerbitkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 17 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Konflik Kepentingan.

Dalam kesempatan tersebut, OJK kembali menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola dan budaya anti-fraud.

Komitmen itu antara lain diwujudkan melalui program Proud Without Fraud, penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), pengendalian gratifikasi, serta sinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mencetak penyuluh antikorupsi bersertifikat.

OJK juga mengajak perempuan, khususnya yang berada di lingkungan sektor jasa keuangan, untuk aktif mencegah praktik fraud, memahami larangan gratifikasi dan menggunakan Whistleblowing System (WBS) apabila menemukan dugaan pelanggaran etik maupun indikasi fraud.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif dan terpercaya.

Inspiring Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya putri penulis biografi Kartini, Myrtha Soeroto, Plh. Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya dr. Martha Muliana, Anggota Komisi V DPR RI Harmusa Oktaviani serta Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin.

Kegiatan digelar secara hybrid dan diikuti sekitar 220 peserta secara luring serta 4.500 peserta secara daring. Peserta berasal dari kementerian/lembaga, anggota DPR RI dan DPD RI, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, tokoh perempuan, mahasiswa hingga pegawai OJK.

Melalui kegiatan tersebut, OJK menegaskan bahwa semangat Kartini tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan kesetaraan perempuan, tetapi juga sebagai momentum untuk mendorong keberanian, kemandirian dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat serta penyelenggaraan pemerintahan. (rls)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.