INDOPOL MEDIA, PALANGKA RAYA – Kemajuan pesat digitalisasi pendidikan di Kalteng mendapatkan pengakuan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyebut Kalteng telah menerapkan program-program pendidikan lebih dulu dibanding kebijakan pusat.
“Saya sangat berbahagia bisa hadir dan mendengarkan langsung paparan Bapak Gubernur. Program-program pendidikan di Kalimantan Tengah bukan hanya sejalan dengan arah kebijakan Presiden dan Kementerian, tetapi sudah lebih dulu dilaksanakan,” ujar Mu’ti.
Ia mencontohkan SMK Negeri 3 Palangka Raya yang telah menerapkan Smart Class dan Smart Board. “Kalimantan Tengah sudah mendahului kami di tingkat nasional. Ini patut menjadi contoh bagi daerah lain,” tegasnya.
Mu’ti juga memuji program kuliah gratis untuk 10.000 mahasiswa dan bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu. “Tugas saya tinggal menyampaikan kisah sukses Kalimantan Tengah ke seluruh Indonesia,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Menanggapi pengakuan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan apresiasi dan memastikan komitmen pemerintah untuk terus memperluas digitalisasi pendidikan.
“Ini semua adalah hasil dari komitmen kuat Gubernur H. Agustiar Sabran untuk memastikan tidak ada anak-anak Kalteng yang tertinggal pendidikan, baik di kota maupun pelosok desa,” katanya, Senin (10/11/2025).
Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalteng akan memperluas revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran hingga pedalaman. Tahun ini, tujuh unit sekolah baru akan dibangun, termasuk sekolah khusus di Kabupaten Katingan.
“Kolaborasi pusat dan daerah harus terus berlanjut demi mewujudkan pendidikan berkualitas dan berkarakter. Apa yang kami capai hari ini adalah kerja bersama seluruh elemen pendidikan,” pungkas Reza. (suf)








