Kini Tak Bisa Ditutupi! Disdik Kalteng Buka Data BOS dan Sekolah Lewat HP

oleh -2350 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA — Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat transparansi tata kelola pendidikan melalui sistem digitalisasi data sekolah yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Langkah tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat menerima audiensi DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat di Aula Pintar Disdik Kalteng, Senin (2/3/2026).

Dalam pertemuan itu, Disdik Kalteng menegaskan keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih akuntabel dan modern. Pemerintah provinsi pun terus mengembangkan sistem pemantauan berbasis digital melalui aplikasi PENA KALTENG.

banner 700x875

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat kini dapat memantau berbagai informasi sekolah secara terbuka, mulai dari jumlah guru, jumlah siswa, hingga penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di setiap sekolah. Bahkan, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga telah terintegrasi dalam sistem digital tersebut.

“Sekarang sudah tidak bisa bohong lagi. Semua data sekolah, termasuk dana BOS dipakai untuk apa saja, bisa dilihat langsung melalui handphone,” ujar Muhammad Reza Prabowo saat audiensi bersama DPRD Kobar.

Selain penguatan sistem digital, Disdik Kalteng juga terus melakukan pembangunan sarana pendidikan di sejumlah wilayah, termasuk daerah dengan keterbatasan akses listrik dan internet. Salah satu langkah yang telah dilakukan yakni pemasangan panel surya di SMK Negeri 2 Pangkalan Bun untuk mendukung kebutuhan energi sekolah.

Pemerintah provinsi juga mulai memperluas digitalisasi ruang kelas dan menghadirkan akses internet berbasis Starlink di sejumlah sekolah. Upaya tersebut dilakukan guna mendukung pemerataan kualitas pembelajaran berbasis teknologi hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Tengah.

Dalam kesempatan itu, Reza turut mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Kotawaringin Barat. Sekolah berasrama tersebut dirancang menampung sekitar 120 siswa setiap tahun dari berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.

Melalui berbagai program digitalisasi dan pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan terciptanya sistem pendidikan yang lebih terbuka, merata, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di masa depan. (SUF)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.