Kalteng Siapkan Program D1 Berbasis Kerja, Mahasiswa Bisa Berpenghasilan Sebelum Lulus

oleh -1281 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Agustiar Sabran terus mendorong lahirnya pendidikan vokasi yang lebih produktif dan sesuai kebutuhan daerah. Melalui Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, pemerintah kini menggagas program Diploma 1 (D1) berbasis keterampilan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Program tersebut dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu memiliki penghasilan sejak masih menempuh pendidikan. Fokus awal pengembangan diarahkan pada sektor pertanian yang dinilai memiliki potensi besar di Kalimantan Tengah.

banner 700x875

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan UMPR sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi di daerah.

“Kita sudah berkomunikasi dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Kenapa UMPR, karena mereka langkahnya sudah jauh dan sudah berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek,” ujar Muhammad Reza Prabowo saat ditemui di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, konsep utama program vokasi tersebut adalah pembelajaran yang langsung terhubung dengan praktik lapangan dan aktivitas produktif bernilai ekonomi. Dengan pola itu, peserta didik tidak hanya menerima teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan.

“Peserta didik vokasi ini ketika belajar langsung ada nilai ekonomisnya. Jadi mereka bisa mendapatkan penghasilan bahkan sebelum lulus D1,” tegasnya.

Selain sektor pertanian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga membuka peluang pengembangan program D1 di bidang perkebunan dan pertambangan sesuai potensi sumber daya alam daerah. Program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan sekitar 300 peserta pada gelombang pertama sebelum nantinya diperluas hingga mencapai target 2.000 peserta. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Kalteng dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri, produktif, dan siap menghadapi dunia kerja. (SUF)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.