Industri Keuangan Nasional Solid Bertahan di Tengah Risiko Global

oleh -1292 Dilihat
Keterangan Foto: OJK menggelar konferensi pers secara daring pada Rabu, 30 September 2026, yang mana OJK menyampaikan perkembangan sektor jasa keuangan dan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan yang digelar pada Senin, 5 Oktober 2026. (ist)
banner 468x60

INDOPOL.CO, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan menilai kondisi industri jasa keuangan Indonesia tetap solid hingga akhir September 2026. Meski pasar keuangan menghadapi tekanan eksternal, sejumlah indikator domestik memperlihatkan ketahanan ekonomi dan perbankan yang masih terjaga.

Evaluasi tersebut merupakan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada Rabu, 30 September 2026, yang disampaikan kepada publik pada Senin, 5 Oktober 2026.

banner 700x875

Perekonomian global menghadapi tantangan berupa peningkatan konflik geopolitik, kenaikan harga energi, serta risiko inflasi pangan akibat cuaca ekstrem El Nino. Tekanan tersebut memengaruhi arah kebijakan moneter berbagai negara, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Indonesia relatif mampu menjaga stabilitas makroekonomi. Inflasi yang terkendali membantu mempertahankan konsumsi masyarakat, sementara Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 2026 sebesar 0,5 persen.

Meski fundamental domestik relatif baik, pasar saham mengalami koreksi. IHSG berakhir di level 6.071,14 pada September 2026, melemah 6,96 persen dalam sebulan dan 29,79 persen sejak awal tahun. Investor asing mencatatkan penjualan bersih saham senilai Rp10,24 triliun.

Di sisi lain, pasar modal masih mencatatkan pertumbuhan jumlah investor. Sebanyak 1,03 juta investor baru masuk pada September, sehingga total investor secara tahun berjalan mencapai 32,17 juta atau tumbuh 57,96 persen.

Kinerja intermediasi perbankan juga meningkat. Kredit tumbuh 13,65 persen menjadi Rp9.178 triliun per Agustus 2026, sedangkan Dana Pihak Ketiga naik 10,94 persen menjadi Rp10.413 triliun. Rasio kecukupan modal mencapai 24,10 persen dengan NPL gross 2,11 persen.

OJK juga memperketat pengawasan terhadap rekening yang diduga terlibat perjudian daring. Sekitar 38.796 rekening menjadi sasaran pemeriksaan dan pemblokiran oleh perbankan berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital.

Pada industri asuransi, total aset mencapai Rp1.200,55 triliun. Aset dana pensiun tercatat Rp1.724,14 triliun, sementara piutang pembiayaan mencapai Rp514,08 triliun. Pembiayaan paylater meningkat 36,57 persen menjadi Rp13,61 triliun dan pembiayaan pergadaian tumbuh 44,60 persen menjadi Rp156,61 triliun.

Sektor aset digital turut menunjukkan perkembangan dengan 23,21 juta akun konsumen kripto pada Agustus 2026. Nilai transaksinya mencapai Rp23,16 triliun dalam sebulan. OJK juga telah memberikan izin usaha kepada PT Gudang Kripto Indonesia sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital.

Dari sisi penghimpunan dana, penawaran umum korporasi mencapai Rp186,03 triliun sepanjang tahun berjalan. Sebanyak 29 rencana penawaran umum masih dalam pipeline dengan nilai indikatif Rp26,47 triliun.

Penguatan perlindungan konsumen dilakukan melalui 4.711 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 13,30 juta peserta. OJK turut menjatuhkan denda administratif Rp112,79 miliar kepada 136 pihak di pasar modal.

Hingga akhir September 2026, penyidik OJK telah menyelesaikan 187 perkara pidana di sektor jasa keuangan. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan untuk menjaga integritas industri dan kepercayaan publik.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.