INDOPOL MEDIA, MUARA TEWEH – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara menyatakan menerima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2026 untuk dibahas pada tahap selanjutnya. Sikap tersebut disampaikan juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Naruk Saritani, dalam Rapat Paripurna DPRD, Jumat (21/11/2025).
Naruk menegaskan bahwa penerimaan Raperda APBD 2026 bukan tanpa catatan. Fraksi PDI Perjuangan menilai pembahasan anggaran harus menjadi instrumen strategis untuk memastikan pembangunan daerah berjalan tepat sasaran dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Salah satu sorotan utama Fraksi PDI Perjuangan adalah strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Naruk, ketergantungan pada pajak dan retribusi perlu dikurangi dengan mengoptimalkan aset daerah, memperkuat peran BUMD, serta mendorong inovasi pelayanan publik berbasis digital. “Pemerintah harus menyesuaikan layanan publik dengan era digital agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Fraksi PDI Perjuangan juga mengingatkan agar RAPBD 2026 disusun selaras dengan RPJMD 2025–2029. Arah kebijakan anggaran harus realistis dan berorientasi pada pelayanan publik, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, serta pengurangan kesenjangan sosial.
Persoalan infrastruktur turut menjadi perhatian serius. Naruk menyebut masih banyak ruas jalan rusak yang memerlukan penanganan segera. Ia menekankan pentingnya perencanaan anggaran perbaikan dan pemeliharaan secara berkelanjutan agar kerusakan tidak semakin parah di masa mendatang.
Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti defisit RAPBD 2026 yang mencapai 3,75 persen dari total belanja daerah. Pemerintah daerah diminta berhati-hati dalam menentukan sumber pembiayaan agar tidak membebani keuangan daerah di tahun-tahun berikutnya.
Menutup pemandangan umumnya, Naruk Saritani menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran. Ia meminta APBD 2026 benar-benar berpihak pada kelompok rentan seperti petani, pelaku UMKM, perempuan, dan anak. “APBD tidak boleh hanya rapi di atas kertas, tetapi harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Barito Utara,” pungkasnya.








