Dirlantas Polda Sulteng Menolak Diwawancara Pakai HP ‘China’, Ketua SMI: Penghinaan Terhadap Wartawan

oleh -329 Dilihat
Oplus_0
banner 468x60

PALU – Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Agus Nugroho, diminta segera copot Direktrur Direktorat Lalulintas (Ditlantas), Kombes Pol. Dodi Darjanto.

 

banner 700x875

Demikian diungkapkan oleh Ketua SMSI Sulteng, Mahmud Matangara, SH, MM melalui Sekretaris SMSI Sulteng, Andi Attas Abdullah, S.I.Kom di Palu, Kamis 18 Juli 2024.

Bang Doel sapaan akrabnya, mengatakan, sesosok pejabat ini seharusnya bijak berkata-kata sebagai pelayan masyarakat.

Kombes Pol. Dodi Darjanto.

“Harus bijak berbicara, lebih santun dan saling menghargai,” tegas pria pemilik kolom tulisan kopi pahit ini.

Dia menambahkan, “penghinaan” terhadap profesi wartawan ini tidak boleh dibiarkan.

“Makanya kami minta Kapolda segera dicopot, biar tidak menjadi polemik di masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, wartawan itu bukan bagian dari anak buah anggota kepolisian yang seenaknya saja bisa dipermainkan. Akan tetapi, wartawan juga memiliki kode etik yang dipatuhi dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

“Jadi hargai kami dong, tolong kalau bicara diperbaiki karena mulutmu itu harimau mu,” tandasnya.

Ia menegaskan tindakan Dodi selaku pejabat di lembaga kepolisian tidak mencerminkan Polri yang presisi.

Insiden tersebut terjadi saat Syamsuddin hendak melakukan wawancara dengan Kombes Pol Dodi Darjanto di Tugu 0 kilometer, Palu, pada Rabu pagi 17 Juli 2024.

Syamsuddin Tobone, yang juga merupakan Kepala Biro SCTV Palu, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

“Saya sudah janji mau wawancara dari kemarin lewat aspirasinya. Akhirnya tadi pagi Pak Dir bersedia jam 08.30 WITA di Tugu 0. Setelah apel, saya bertemu beliau untuk memulai wawancara. Saya pakai seragam SCTV, rapi. Setelah salam dan kenalan, saya mau mulai merekam,” katanya.

Namun Dodi Darjanto menolak direkam dengan menggunakan hp. “Kenapa merekam wawancara pakai HP? Saya tidak mau. Masak wawancara pakai HP, HP merek Cina lagi. Suruh direkturmu belikan HP yang canggih,’” ujar Syamsuddin menirukan perkataan Dodi.

Syamsuddin menjelaskan bahwa ia mencoba memberi tahu Kombes Pol Dodi Darjanto bahwa teknologi saat ini memungkinkan pengambilan gambar yang berkualitas tinggi menggunakan ponsel.

Namun, penjelasannya tidak diterima dengan baik. “Sampai anak buahnya, anggota lantas Polda, datang dan membisikkan kepada saya, bilang sudah, tidak usah dibantah,” tambahnya. (Rls)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.