INDOPOL MEDIA, PALANGKA RAYA – Transformasi digital menjadi sorotan utama dalam pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah. Nilai transaksi QRIS melonjak 152,5 persen (yoy) hingga triwulan III 2025, dengan jumlah merchant QRIS mencapai 372 ribu, meningkat 15,4 persen (ytd).
“Digitalisasi telah merambah hingga ke warung, pasar tradisional, dan pelaku UMKM. Ini bukti ekonomi digital makin inklusif,” ujar Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yulianyah Andrias dalam acara Bincang Sore bersama Media Kalteng di kantornya, 11 November 2025
Bank Indonesia memastikan digitalisasi berjalan seimbang dengan ketersediaan uang tunai layak edar, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai bagian dari sinergi pusat–daerah, Bank Indonesia Kalimantan Tengah juga menggelar Temu Responden dan Mitra Kerja 2025 bertema “Relearning to Stay Relevant: Mengasah Daya Saing Melalui Pembelajaran Berkelanjutan.”
Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi kepada perusahaan dan mitra penyedia data ekonomi yang berperan penting dalam survei BI seperti SKDU, SPE, SPH, dan PIHPS. Dalam acara tersebut, BI menghadirkan narasumber Remaja Tampubolon untuk membahas pentingnya adaptasi dan pembelajaran di era ekonomi digital.
Menutup tahun, Bank Indonesia bersiap menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 pada 28 November 2025, yang dihadiri Presiden RI dan para pemangku kebijakan nasional. Forum ini akan membahas asesmen ekonomi terkini dan arah kebijakan BI tahun depan dengan tema “Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional.”
“Kalimantan Tengah menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan nasional dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat daerah,” tutup Yuliansyah. (din)








