Digitalisasi Pendidikan Dinilai Jadi Motor Utama Kenaikan IPM

oleh -1772 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran disebut telah memberi prioritas kuat pada sektor pendidikan. Kebijakan digitalisasi sekolah SMA/SMK/SKH menjadi langkah strategis yang memberi dampak langsung pada dimensi pengetahuan dalam IPM.

Program digitalisasi tersebut meliputi; Penguatan infrastruktur TIK seperti Starlink, panel surya, TV interaktif, dan papan tulis digital, Integrasi platform e-learning, aplikasi ujian online, dan sistem manajemen sekolah dan peningkatan literasi digital melalui pelatihan coding, penggunaan AI, hingga pembelajaran interaktif.

banner 700x875

Transformasi digital ini diyakini memperluas akses pendidikan hingga daerah terpencil, sekaligus meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan. Siswa kini lebih mudah mengakses sumber belajar global, sehingga mutu hasil belajar meningkat dan lulusan lebih siap memasuki pasar kerja berbasis teknologi.

Keberhasilan Kalteng dalam digitalisasi pendidikan mendapat pengakuan langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

“Program-program pendidikan di Kalimantan Tengah bukan hanya sejalan dengan arah kebijakan nasional, tetapi bahkan sudah lebih dulu dilaksanakan,” ujarnya.

Mu’ti menyebut Kalteng sudah menerapkan empat Program Cepat Pendidikan—termasuk revitalisasi sekolah dan digitalisasi—lebih awal dan lebih terintegrasi dibandingkan daerah lain.

Ia mencontohkan digitalisasi pembelajaran di SMK Negeri 3 Palangka Raya yang telah menggunakan Smart Class dan Smart Board. “Kalimantan Tengah sudah mendahului kami di tingkat nasional. Ini patut dicontoh daerah lain,” ungkapnya.

Selain itu, ia memuji program kuliah gratis untuk 10.000 mahasiswa tidak mampu dan bantuan pendidikan Rp2,4 juta bagi siswa kurang mampu.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan apresiasi Mendikdasmen menjadi motivasi besar untuk melanjutkan percepatan digitalisasi pendidikan. “Pesan Bapak Gubernur jelas: tidak boleh ada warga yang tidak bisa sekolah, tidak bisa berobat, dan tidak bisa makan,” tegasnya 10 November 2025.

Ia menyebut Pemprov menyiapkan pembangunan tujuh unit sekolah baru pada tahun ini, termasuk sekolah khusus di Kabupaten Katingan, sebagai wujud komitmen terhadap pendidikan inklusif.

“Kolaborasi pusat dan daerah harus terus dijaga untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan berkarakter di Bumi Tambun Bungai. Capaian hari ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen pendidikan,” pungkasnya. (suf)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.