INDOPOL MEDIA, KAPUAS – Di era digital saat ini, ketiadaan jaringan internet di pelosok desa menjadi ironi tersendiri. Legislator DPRD Kapuas, Algrin Gasan, menyoroti masih banyaknya titik blank spot di wilayah Kabupaten Kapuas yang menyebabkan ketimpangan akses informasi dan pendidikan.
“Internet bukan lagi sekadar hiburan. Ia telah menjadi kebutuhan dasar dalam pendidikan, usaha, dan pelayanan publik,” ujar Algrin, Rabu (18/5/2025).
Ia menyebut banyak siswa di daerah terpencil tidak bisa mengikuti pembelajaran daring hanya karena tidak adanya sinyal, sesuatu yang ia nilai sebagai bentuk ketidakadilan.
“Kalau siswa tidak bisa ikut pembelajaran karena tak ada sinyal, ini jelas jadi ketimpangan. Negara harus hadir,” tegasnya.
Untuk itu, Algrin mendesak Pemerintah Kabupaten Kapuas segera berkoordinasi dengan penyedia layanan seluler dan kementerian terkait guna mempercepat pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di wilayah-wilayah belum terjangkau jaringan.
“Pembangunan BTS di desa bukan cuma soal infrastruktur, tapi soal hak dasar warga,” ujarnya lagi.
Sebagai bentuk tanggung jawab politiknya, Algrin juga menyatakan komitmennya untuk mengawal anggaran sektor komunikasi dan informatika agar target digitalisasi desa bisa tercapai secara merata.