Cerita Pelajar dan Mahasiswa di Balik Pasar Murah Gratis Kalteng: Kami Jadi Lebih Tenang Sekolah

oleh -1758 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PALANGKA RAYA – Wajah-wajah lega tampak di Halaman Istana Isen Mulang, Sabtu (22/11/2025). Di tengah antrean Pasar Murah gratis dan penyaluran Bantuan Pangan dari Presiden RI Prabowo Subianto, harapan pelajar dan mahasiswa Kalimantan Tengah ikut tumbuh—bukan hanya soal sembako, tetapi tentang masa depan pendidikan mereka.

Muhammad Firdaus, siswa SMKN 3 Palangka Raya, menggenggam paket sembako dengan senyum bangga. Bagi keluarganya, bantuan tersebut berarti pengeluaran rumah tangga bisa ditekan, sehingga biaya sekolah tak lagi menjadi beban berat. Program Sekolah Gratis dan pasar murah, katanya, membuatnya bisa tetap fokus belajar.

banner 700x875

Cerita serupa datang dari Vidia Nur Faridah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Ia mengaku kegiatan ini memberinya rasa diperhatikan oleh pemerintah. “Kami bukan hanya menerima bantuan, tapi juga mendapat kepastian bahwa beasiswa dan kuliah gratis masih berlanjut,” ujarnya.

Bagi Jessi Rahmawati, sesama mahasiswa UMPR, beasiswa yang diterima adalah penentu keberlangsungan studinya. Tanpa bantuan itu, ia mengaku harus berpikir ulang untuk melanjutkan kuliah. “Sekarang saya bisa belajar dengan lebih tenang,” katanya singkat.

Sementara itu, Jamaludin Aini, mahasiswa UIN Palangka Raya yang merantau jauh dari keluarga, menyebut pasar murah sebagai penyelamat di tengah biaya hidup yang kian tinggi. “Kadang uang kiriman pas-pasan. Bantuan seperti ini sangat berarti,” tuturnya.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengatakan, pasar murah dan bantuan pangan sengaja digratiskan agar benar-benar dirasakan masyarakat, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, pemerintah harus hadir di saat rakyat membutuhkan.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan pangan dari Presiden RI merupakan bentuk perhatian negara kepada masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya kelompok rentan dan generasi muda.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Herson B. Aden menjelaskan, ribuan paket sembako dibagikan pada kegiatan tersebut, sementara ratusan ribu paket lainnya disalurkan hingga ke desa-desa di seluruh Kalteng.

Bagi Firdaus, Vidia, Jessi, dan Jamaludin, bantuan ini bukan sekadar sembako. Ia adalah rasa aman, kesempatan untuk terus sekolah, dan keyakinan bahwa masa depan mereka tidak dilupakan. (din)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.