MUARA TEWEH — Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang partisipatif, terukur, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Teweh Timur, Kamis (5/2/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
“Musrenbang merupakan forum strategis perencanaan pembangunan yang mengedepankan prinsip gotong royong. Melalui forum ini kita memastikan aspirasi, kebutuhan, dan potensi lokal dapat terakomodasi dalam rencana kerja pemerintah daerah,” ujar Shalahuddin.
Ia menjelaskan bahwa Musrenbang Kecamatan bertujuan menyelaraskan usulan pembangunan dari desa dan kelurahan agar sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Kabupaten Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan, sekaligus mendukung visi pembangunan nasional melalui program Asta Cita.
Menurut Bupati, tahun 2027 menjadi tahun strategis dalam pelaksanaan RPJMD Kabupaten Barito Utara 2025–2030 dengan tema pembangunan “Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan dan Pelayanan Publik sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Daerah.”
“Tema ini menuntut kita untuk bergerak lebih cepat, lebih terukur, dan menghasilkan dampak nyata. Untuk itu, dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Untuk mendukung tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah menetapkan 11 program unggulan dan 12 program prioritas infrastruktur sebagai landasan pembangunan lima tahun ke depan.
Sejumlah prioritas pembangunan tahun 2027 yang disampaikan Bupati antara lain pembangunan tiga jembatan utama, pelebaran dan pembangunan jalan strategis, penataan kawasan perkotaan, pembangunan sport center, pembangunan SPAM IKK, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, hingga normalisasi Sungai Bengaris.
Selain itu, Bupati mengarahkan agar seluruh usulan program disusun berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat, memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan keterlibatan masyarakat dan dunia usaha, serta tetap memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
“Keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan, namun dengan perencanaan yang matang, penetapan prioritas yang jelas, serta pengelolaan keuangan yang akuntabel, anggaran yang tersedia dapat dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Shalahuddin berharap Musrenbang RKPD Kecamatan Teweh Timur dapat menjadi momentum dalam menyusun rencana kerja yang realistis, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, saya yakin kita dapat mewujudkan Barito Utara yang lebih maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan,” katanya. (SP)







