BI Kalteng Luncurkan SERAMBI 2026 Sambut Ramadan 1447 H, Perkuat Layanan Kas, Stabilitas Harga, dan Ekosistem Digital Syariah

oleh -2348 Dilihat
GUNTING PITA - Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias (Kiri) bersama Walikota Palangka Raya melakukan gunting pita saat pembukaan pasar ramadan di Palangka Raya. (Foto: BI)
banner 468x60

PALANGKA RAYA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah secara resmi meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 sebagai upaya menjaga ketersediaan uang layak edar (ULE), stabilitas harga pangan, serta memperkuat ekosistem digital syariah menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Peluncuran SERAMBI 2026 dilakukan pada Rabu (19/2/2026) di Palangka Raya. Program ini merupakan komitmen Bank Indonesia dalam memastikan kelancaran sistem pembayaran dan ketersediaan uang tunai bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.

banner 700x875

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan bahwa SERAMBI 2026 tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan uang tunai, tetapi juga menjadi agenda tahunan dalam meningkatkan kualitas layanan perbankan serta mitigasi lonjakan permintaan Rupiah menjelang hari raya.

“SERAMBI 2026 merupakan wujud dedikasi Bank Indonesia dalam menghadirkan layanan prima yang andal, sekaligus menginstruksikan perbankan di daerah untuk bersinergi solid dalam memitigasi lonjakan permintaan uang Rupiah,” ujar Yuliansah.

Dalam rangka memperluas akses layanan penukaran uang, BI Kalteng menjalin sinergi dengan jaringan ritel modern dan pelaku usaha lokal, seperti Indomaret, Alfamart, KPD Swalayan, hingga Sendys. Selain itu, BI Kalteng juga mengoperasikan layanan kas keliling terpadu yang menyasar titik-titik strategis secara berurutan, dimulai dari Pasar Kereng Pangi pada 2 Maret 2026, Pasar Wadai Mantikei pada 4 Maret 2026, Pasar Wadai Yos Sudarso pada 10 Maret 2026, hingga Pasar Wadai Masjid Kecubung pada 12 Maret 2026.

Selain penguatan layanan kas, BI Kalteng juga meluncurkan program HAPAQAT (Harmoni Amal Pembayaran QRIS Kalimantan Tengah) sebagai bagian dari akselerasi digitalisasi sosial. Program ini melibatkan Pemerintah Kota Palangka Raya, PT Bank Kalteng, dan Baznas Kota Palangka Raya, dengan fokus pada digitalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan apresiasi atas peluncuran SERAMBI 2026 dan HAPAQAT. Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya mempermudah akses uang tunai bagi masyarakat menjelang hari raya, tetapi juga mendorong transparansi dan modernisasi tata kelola pemerintahan melalui elektronifikasi pembayaran zakat.

“Program ini tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan uang tunai menjelang hari raya, tetapi juga menjadi katalis dalam elektronifikasi pembayaran zakat yang sejalan dengan visi tata kelola pemerintahan yang transparan dan modern,” kata Fairid.

Di sektor stabilisasi harga, BI Kalteng bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Perum Bulog menggelar operasi pasar murah secara maraton di Pasar Besar Palangka Raya pada 20 Februari, Pasar Kahayan pada 23 Februari, dan Pasar Rajawali pada 25 Februari 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan pangan dan meredam gejolak harga menjelang Idul Fitri.

Untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat, BI Kalteng juga mengintensifkan kampanye edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, perluasan akseptasi QRIS, serta perlindungan konsumen melalui program PeKA. Edukasi ini menekankan pentingnya mengenali keaslian uang Rupiah, bertransaksi secara bijak menggunakan QRIS, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan dan kejahatan siber yang cenderung meningkat selama Ramadan. (din)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.