Bangkit dari Zona Nyaman, Coach Maulana Malik Ajak KKSS Kalteng Naik “Tangga Bisnis” Jadi Wirausaha Sejati

oleh -1606 Dilihat
Coach Maulana Malik, S.P
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PALANGKA RAYA – Semangat kewirausahaan kembali digaungkan di Kalimantan Tengah. Melalui sesi pelatihan bertajuk “Tangga Bisnis Wirausaha Pemula”, Coach Maulana Malik, S.P, mengajak warga KKSS Kalimantan Tengah untuk berani keluar dari zona nyaman dan membangun bisnis yang bernilai tambah.

Dalam pelatihan tersebut, Maulana menekankan bahwa titik awal kebangkitan seorang wirausaha sejati dimulai dari ketidakpuasan terhadap hidup yang biasa-biasa saja.

banner 700x875

“Entrepreneur itu muncul saat seseorang menyadari potensinya belum tergali dan ingin memberi manfaat, bukan sekadar mencari untung,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam sosialisasi UMKM yang digelar KKSS Kalimantan Tengah, 22 Oktober 2025.

Pria yang dikenal sebagai Founder Greenery Business Coaching ini juga mengutip pepatah Bugis yang menjadi filosofi hidupnya:

“Resopa temmangingngi, namalomo naletei pammase dewata” — hanya dengan kerja keras dan ketulusan, rahmat Tuhan akan datang.

Dalam presentasinya, Coach Maulana menjelaskan empat jalur wirausaha yang umum ditempuh seseorang: Employee (Pegawai), Self Employee (Pekerja mandiri/profesi), Business Owner (Pemilik usaha), Investor.

“Tujuan akhirnya adalah naik kelas. Dari bekerja untuk orang lain menjadi pemilik bisnis, dan akhirnya menjadi investor yang memberi manfaat lebih luas,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pola pikir (mindset) dalam menentukan arah karier. “Pikiran menentukan perkataan, perkataan menentukan perbuatan, perbuatan jadi kebiasaan, kebiasaan membentuk karakter, dan karakter menentukan nasib,” papar Maulana.

Coach Maulana memperkenalkan lima tahapan utama dalam membangun bisnis, yang ia sebut Tangga Bisnis: Starting – Memulai usaha dengan mindset kuat, strategi harga, promosi, dan analisis kompetitor. Profiting – Meningkatkan keuntungan melalui segmentasi pasar, alternatif permodalan, dan pembentukan tim solid. Sistemazing – Menyusun sistem kerja, SOP, KPI, dan struktur organisasi agar bisnis bisa berjalan tanpa tergantung pada pemilik. Multiplaying – Menduplikasi kesuksesan dengan membuka cabang, memperluas distribusi, dan menerapkan manajemen rantai pasok. Investing – Tahapan tertinggi, yaitu mengembangkan bisnis ke level investasi dan tanggung jawab sosial.

“Kegagalan bukan akhir, tapi proses belajar. Kuncinya adalah coba lagi, perbaiki, dan terus kreatif mencari solusi,” tegasnya.

Coach Maulana sendiri bukan sekadar teoretikus. Berbekal pengalaman sebagai Admin Manager PT Smart Tbk Kotim, Admin Kliring Bank Syariah Mandiri, dan kini pengusaha di bidang percetakan dan properti, ia membuktikan bahwa semangat pantang menyerah bisa mengubah arah hidup.

Ia juga aktif mendampingi para pelaku UMKM melalui Greenery Business Coaching dan telah tersertifikasi sebagai Master G Coach dan Instruktur BNSP Level 6.

“Wirausaha bukan tentang modal besar, tapi tentang keberanian untuk memulai dan kemampuan melihat peluang di sekitar,” pesannya menutup sesi pelatihan. (din)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.