Air Keruh, Wisata Mati: DPRD Barito Utara Turun Langsung ke DAM Trinsing, PT EBA Janji Bertanggung Jawab

oleh -1329 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, MUARA TEWEH – Keruhnya air dan menurunnya kualitas lingkungan di kawasan DAM Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, memantik reaksi serius DPRD Kabupaten Barito Utara. Pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) menindaklanjuti keluhan warga, DPRD bersama instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil lokasi yang terdampak, Selasa (18/11/2025).

Hasil peninjauan menunjukkan sedimentasi cukup parah di DAM Trinsing, pendangkalan saluran irigasi, serta air yang keruh. Dampaknya tidak main-main: sektor pariwisata merosot, perikanan terganggu, dan produktivitas pertanian warga menurun. Pemandian DAM Trinsing yang selama ini menjadi ikon wisata daerah pun kehilangan daya tarik, memukul pendapatan UMKM di sekitarnya.

banner 700x875

Budidaya ikan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Air keruh menyebabkan ikan sulit berkembang, sementara kualitas air irigasi yang menurun turut memengaruhi hasil panen padi warga. Kondisi ini membuat keresahan masyarakat semakin meluas karena menyentuh langsung mata pencaharian mereka.

Dalam kunjungan tersebut, pihak PT EBA—yang bekas galian tambangnya diduga menjadi sumber sedimentasi—menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah daerah. KTT PT EBA Bayu bersama pihak HRD hadir langsung dan menyatakan kesiapan bertanggung jawab melalui reklamasi, normalisasi sungai, penjernihan air, serta program sosial bagi warga terdampak.

Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, menegaskan persoalan DAM Trinsing bukan sekadar isu lingkungan, tetapi sudah berdampak serius pada ekonomi masyarakat. “Pariwisata turun, UMKM terpukul, perikanan dan pertanian terganggu. Kami meminta PT EBA menjalankan komitmennya secara nyata, dan DPRD akan mengawal hingga pemulihan benar-benar terlaksana,” tegasnya.

Senada, anggota DPRD Gun Sriwitanto menyebut kerusakan lingkungan di Trinsing telah mengganggu banyak sektor sekaligus. “Kami mendorong pemulihan dilakukan secepatnya. Ini tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Ardianto menekankan pentingnya percepatan normalisasi sungai dan reklamasi. “DAM Trinsing adalah kebanggaan warga dan destinasi wisata andalan daerah. Kami tidak ingin dampak ini berlarut-larut. Air bersih harus kembali dinikmati masyarakat,” pungkas politisi Partai Demokrat tersebut. (SP)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.