Agustiar Sabran ke Mahasiswa: “Kalau Kami Tidak Becus, Tegur Kami!”

oleh -1294 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menggelar dialog bersama organisasi kepemudaan, Cipayung Plus, dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) se-Kalimantan Tengah guna membahas berbagai isu strategis daerah, mulai dari efisiensi anggaran, persoalan BBM, pendidikan vokasi, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa. Pertemuan berlangsung di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Selasa malam (12/5/2026).

Dalam dialog tersebut, Agustiar Sabran menegaskan bahwa mahasiswa merupakan mitra penting pemerintah dalam membangun daerah dan mengawal kebijakan agar tetap berpihak kepada masyarakat.

banner 700x875

‎“Kami ingin mendengar apa yang menjadi keluhan dan harapan kalian. Ini bukan untuk membungkam atau menjinakkan mahasiswa, tetapi untuk berkolaborasi membangun Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar Sabran.

Gubernur juga menekankan bahwa kritik dan saran dari mahasiswa sangat dibutuhkan selama disampaikan secara bijaksana dan beretika. Bahkan, ia mempersilakan mahasiswa untuk terus mengawasi jalannya program pemerintah serta menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi apabila menyangkut kepentingan masyarakat.

‎“Kalau kami bekerja tidak becus, tegur kami. Kalian adalah bos kami, kami ini pelayan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, gubernur memaparkan kondisi keuangan daerah yang saat ini terdampak efisiensi anggaran. Meski APBD mengalami penurunan signifikan, pemerintah daerah tetap optimistis menjalankan program prioritas melalui langkah efektif dan inovatif, termasuk memperkuat peran BUMD guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, Pemprov Kalteng juga terus berkoordinasi menjaga ketersediaan dan distribusi BBM di tengah masyarakat. Pemerintah membuka ruang bagi mahasiswa untuk turut menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, termasuk isu kelangkaan BBM dan pelayanan publik.

Agustiar Sabran turut menyoroti pentingnya pengembangan pendidikan vokasi, khususnya di bidang pertanian, sebagai solusi menyiapkan generasi muda yang terampil dan siap kerja sekaligus mendukung sektor unggulan daerah. Bahkan, usai dialog tersebut, pemerintah dijadwalkan membahas pengembangan pendidikan vokasi pertanian bersama Kementerian Pertanian RI.

Dalam dialog itu, mahasiswa dari berbagai organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah turut menyampaikan masukan terkait penguatan BUMD, pengelolaan aset daerah, bantuan pendidikan, hingga pengawasan Program Huma Betang Sejahtera.

Menutup pertemuan, pemerintah daerah berharap dialog bersama mahasiswa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang silaturahmi, kolaborasi, dan penyampaian aspirasi demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju, sejahtera, dan bermartabat. (SUF)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.