679 Ribu Rekening Pelajar Dibuka, Palangka Raya Raih Penghargaan OJK

oleh -3049 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA — Upaya memperkuat budaya menabung di kalangan pelajar terus digencarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu hasilnya terlihat dari capaian Kota Palangka Raya yang meraih penghargaan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik kategori Kota/Kabupaten Regional Kalimantan pada ajang KEJAR Award 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026).

banner 700x875

Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) merupakan salah satu upaya OJK bersama industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan untuk memperluas kepemilikan rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah.

Dalam daftar penerima KEJAR Award 2026, Kota Palangka Raya tercatat sebagai penerima penghargaan untuk kategori Kota/Kabupaten Regional Kalimantan. Sementara untuk kategori provinsi regional Kalimantan, penghargaan diberikan kepada Provinsi Kalimantan Barat.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa kebiasaan menabung perlu dibangun sejak dini.

Menurutnya, menabung tidak harus menunggu seseorang memiliki uang dalam jumlah besar. Justru, kebiasaan menyisihkan uang sedikit demi sedikit menjadi langkah penting untuk membangun kondisi finansial yang lebih baik di masa depan.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu,” kata Friderica.

Ia mengatakan, OJK bersama kementerian/lembaga memiliki komitmen untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan anak-anak Indonesia.

Dorongan tersebut menjadi penting karena meskipun secara nasional tingkat literasi dan inklusi keuangan telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen, capaian pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah angka nasional.

Karena itu, OJK menilai diperlukan kolaborasi lebih kuat dari berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman dan akses keuangan generasi muda.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan budaya menabung bukan hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola uang.

Lebih dari itu, kebiasaan tersebut dapat membentuk karakter disiplin, kesabaran dan kemampuan mengendalikan diri.

Menurut Dicky, peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga diarahkan agar generasi muda mampu mengelola keuangan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh fenomena FOMO maupun FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital.

Ia juga menekankan pentingnya memahami menabung sebagai kebiasaan menyisihkan uang, bukan sekadar menyisakan uang.

Dengan kebiasaan tersebut, seseorang memiliki ruang lebih besar untuk merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan, membantu orang lain, sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian.

Program KEJAR menunjukkan perkembangan cukup besar. Dalam periode September 2025 hingga Juni 2026, tercatat 679.000 rekening pelajar baru telah dibuka.

Selain itu, lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di sekitar 122 ribu sekolah.

OJK juga mencatat kegiatan sosialisasi dan edukasi yang menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota di Indonesia.

Pada 2026, OJK juga memberikan perhatian khusus kepada Sekolah Rakyat sebagai salah satu sasaran peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Pelajar Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera dinilai menjadi segmen penting dalam memperluas akses dan edukasi keuangan secara merata.

Penghargaan yang diterima Kota Palangka Raya menunjukkan bahwa implementasi program KEJAR di tingkat daerah mendapat apresiasi OJK.

Dalam kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik tingkat kota/kabupaten regional Kalimantan, Palangka Raya masuk sebagai penerima penghargaan bersama sejumlah daerah dari regional lainnya.

Untuk regional Sumatera, penghargaan diberikan kepada Kota Pematangsiantar. Regional Jawa-Bali diraih Kota Bandung, regional Sulawesi oleh Kota Kendari, sedangkan regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua diberikan kepada Kabupaten Raja Ampat.

Penghargaan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya sinergi pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri jasa keuangan dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar.

OJK berharap momentum Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 dapat membuat budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan dan menggunakan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat. (din)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.