53.530 Rekening SimPel Tercatat di Palangka Raya, OJK Kalteng Dorong Budaya Menabung Sejak Sekolah

oleh -450 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA — Budaya menabung di kalangan pelajar Kota Palangka Raya terus menunjukkan perkembangan. Hingga Juli 2026, tercatat 53.530 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dengan total nominal simpanan mencapai Rp20,56 miliar.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya partisipasi pelajar dalam membangun kebiasaan menabung sejak dini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah pun terus mendorong agar kebiasaan tersebut diikuti dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang baik.

banner 700x875

Upaya itu diwujudkan melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang digelar OJK Kalteng bersama Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Provinsi Kalimantan Tengah di Sekolah Rakyat Palangka Raya, Rabu (26/8/2026).

Mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan pentingnya pengelolaan keuangan sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan generasi muda.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dalam membangun kecakapan finansial generasi muda.

Menurutnya, kebiasaan menabung menjadi langkah sederhana yang dapat menjadi pintu masuk bagi pelajar untuk memahami cara mengelola keuangan.

“Literasi dan inklusi keuangan memiliki arti yang sangat penting. Kebiasaan menabung menjadi pintu masuk yang sederhana untuk membangun kecakapan tersebut,” kata Primandanu.

Ia menegaskan budaya menabung perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Karena itu, sekolah dinilai memiliki peran penting sebagai ruang untuk membentuk generasi yang cerdas, mandiri dan memiliki kemampuan mengelola keuangan.

“Karena itu, mari bersinergi menjadikan sekolah sebagai ruang untuk menumbuhkan generasi yang cerdas, mandiri, dan berdaya secara finansial,” ujarnya.

Edukasi Hari Indonesia Menabung tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi secara konvensional. Peserta diajak mengikuti mini games yang dirancang agar pemahaman mengenai pengelolaan keuangan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, pelajar diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas pengeluaran serta mengenal metode pengelolaan keuangan 40-30-20-10.

Lembaga Jasa Keuangan di Kalteng juga memberikan edukasi mengenai Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai salah satu sarana menabung yang mudah dan terjangkau bagi pelajar.

Materi dikemas secara interaktif agar peserta tidak hanya memahami manfaat menabung, tetapi juga mampu menerapkan pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Rakyat Palangka Raya, Ranny Triayu Sintha, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keuangan memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman yang relevan bagi peserta didik.

Ia menilai pemahaman yang diberikan dengan cara sederhana dan mudah diterapkan akan membantu membentuk kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah.

Puncak Hari Indonesia Menabung 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan OJK, LJK dan satuan pendidikan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.

OJK Kalteng menilai kecakapan mengelola keuangan perlu dibangun bersamaan dengan kemampuan akademik. Generasi muda tidak hanya diharapkan cerdas secara pendidikan, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial secara tepat dan mandiri.

Melalui sinergi antara OJK, industri jasa keuangan dan sekolah, budaya menabung diharapkan semakin kuat dan menjangkau lebih banyak pelajar di Kalimantan Tengah.

Langkah tersebut sekaligus diharapkan membentuk generasi muda yang lebih tangguh dalam mengelola masa depan finansialnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.