SMAN 1 Kuala Pembuang Jadi Pusat Perhatian Program Literasi Menulis Indah di Kalteng

oleh -1453 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PALANGKA RAYA – Gerakan Literasi Menulis Indah Tegak Bersambung yang digagas Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) mulai menunjukkan dampak positif di sekolah-sekolah. Dari seluruh SMA, SMK, dan SKH yang berpartisipasi, SMAN 1 Kuala Pembuang menjadi salah satu sekolah yang paling menonjol dalam pelaksanaan program literasi ini.

Program ini resmi diterapkan serentak pada 29 Oktober 2025 dan dilaksanakan setiap hari Rabu selama satu jam di seluruh satuan pendidikan jenjang menengah se-Kalteng.

banner 700x875

Plt. Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menjelaskan bahwa gerakan menulis tegak bersambung bertujuan membangun kedisiplinan, konsentrasi, estetika, dan karakter positif peserta didik di seluruh Kalimantan Tengah.

“Menulis indah melatih fokus, estetika, dan ketenangan batin. Ini bukan hanya soal huruf yang rapi, tetapi pembiasaan karakter. Semua sekolah di Kalteng melaksanakannya, termasuk SMAN 1 Kuala Pembuang yang luar biasa antusias,” kata Reza di Palangka Raya.

Dari pemantauan Disdik Kalteng, SMAN 1 Kuala Pembuang menjadi sorotan positif karena kreativitas dan keseriuasan mereka dalam melaksanakan program literasi siswa Kalteng tersebut.

Kepala sekolah, Tuti Sundari, menyampaikan bahwa seluruh guru dan siswa melaksanakan kegiatan menulis tegak bersambung dengan penuh semangat.

“Sesuai arahan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dan edaran Disdik Kalteng, kami melaksanakan pembiasaan menulis indah tegak bersambung. Ini sangat bermanfaat untuk melatih konsentrasi, rasa keindahan, dan ketenangan yang membahagiakan,” kata Tuti.

Tidak hanya menggunakan buku tegak bersambung dan pensil 2B seperti sekolah lainnya, SMAN 1 Kuala Pembuang memadukan metode tradisional dan digital.

“Kami memakai TV interaktif dan papan tulis pintar untuk memandu siswa menulis huruf tegak bersambung. Ini membuat prosesnya lebih menarik, lebih modern, dan membuat siswa tidak bosan,” jelasnya.

Antusiasme tinggi juga datang dari para siswa. Mereka menilai kegiatan literasi menulis indah sebagai momen untuk mengasah kreativitas dan meningkatkan kualitas tulisan tangan.

Regina Ardelia, siswi kelas XI IPS 1, merasa kegiatan ini membuat suasana belajar lebih positif. “Program ini jadi wadah kreativitas yang menyenangkan. Tulisan saya jadi lebih rapi dan terbaca. Teman-teman juga saling membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Syifa Rizky Amelia, siswi kelas XII, menyebut menulis tegak bersambung memberikan efek emosional yang baik.

“Saya sangat suka menulis indah sejak SMP. Kegiatan ini membuat saya lebih rileks dan fokus saat belajar. Senang sekali program ini dihidupkan kembali,” katanya.

Plt. Kadisdik Reza Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan sekolah seperti SMAN 1 Kuala Pembuang menjadi contoh konkret bagaimana gerakan literasi dapat membentuk karakter siswa melalui aktivitas sederhana.

“Kami ingin gerakan ini menjadi budaya belajar. SMAN 1 Kuala Pembuang menunjukkan bagaimana program ini bisa dikembangkan kreatif dan menyenangkan,” ujar Reza.

Ia berharap seluruh sekolah di Kalimantan Tengah dapat mengikuti jejak tersebut dan menjadikan Gerakan Literasi Menulis Indah Tegak Bersambung sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

Gerakan literasi ini diharapkan dapat meningkatkan fokus siswa, mempercantik tulisan tangan, serta membentuk karakter disiplin dan sabar sejak awal. Dengan keberhasilan sekolah-sekolah seperti SMAN 1 Kuala Pembuang, Disdik Kalteng berencana memperluas variasi aktivitas literasi untuk mendukung budaya belajar yang positif di seluruh provinsi. (suf)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.