INDOPOL MEDIA, PALANGKA RAYA – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kalimantan Tengah. Tim pelajar SMAN 2 Palangka Raya berhasil mengukir prestasi internasional dengan meraih medali emas pada ajang bergengsi International Science and Invention Fair (ISIF) 2025 yang digelar di Bali oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA).
Keberhasilan ini diraih melalui riset inovatif bertajuk “Hoya-Herbal Hair Tonic: Extract of Hoya Leaf (Hoya Parasitica) for Hair Loss Treatment”, yaitu pemanfaatan daun hoya sebagai tonik herbal penumbuh rambut yang aman dan alami.
Tim beranggotakan lima siswa berbakat: Sintong Albert Nicodeus Doloksaribu (ketua), Raeni Dwijayanti, Brigita Cahyani Cesaria, Kezia Surya Atalia, Nazliafiva Zulfadya
Guru pembimbing mereka, Helita, menyatakan rasa bangga dan haru. “Ini luar biasa dan menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Helita menyebut kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa pelajar Kalteng memiliki kapasitas riset internasional, terutama ketika inovasi yang diangkat berasal dari potensi alam setempat.
Tonik herbal yang dikembangkan tim SMAN 2 Palangka Raya dinilai memiliki nilai sains tinggi karena memanfaatkan tumbuhan lokal yang selama ini belum banyak dieksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun hoya berpotensi menjadi alternatif alami untuk mengatasi kerontokan rambut.
Inovasi ini menjadi contoh konkret bahwa bahan alam lokal dapat dikembangkan melalui pendekatan ilmiah hingga menghasilkan produk bernilai kompetitif.
Keberhasilan meraih medali emas di ISIF 2025 sekaligus menjadi dorongan bagi sekolah-sekolah lain di Kalteng untuk terus menciptakan riset inovatif dan berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Tim SMAN 2 Palangka Raya pun berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat generasi muda Bumi Tambun Bungai untuk lebih percaya diri membawa riset lokal ke podium dunia. (din)







