INDOPOL MEDIA, PAPUA – Di tengah keterbatasan dan jarak dari pusat kota, suasana hangat dan penuh kepedulian terpancar dari Pos Kalilapar Satgas Yonif 512/QY yang berada di Kampung Kalilapar, Distrik Waris, Papua. Sejak beberapa waktu terakhir, pos ini menjadi tempat persinggahan bagi warga yang lapar—di mana makanan hangat disajikan secara gratis tanpa syarat.
Siapa pun yang membutuhkan cukup datang, dan mereka akan disambut dengan sepiring makanan serta senyum tulus dari prajurit TNI.
“Abang-abang Pos bukan hanya menjaga keamanan kami, tapi juga ikut menghidupi kami. Siapa saja yang lapar, tinggal datang makan. Tidak pernah ditanya siapa, dari mana, atau kenapa—yang penting bisa makan bersama. Ini bukan hanya soal makanan, ini soal cinta kasih yang nyata,” tutur Bapa Paulus, tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan makan bersama ini tidak terikat pada waktu atau acara tertentu. Aksi ini lahir dari inisiatif prajurit di Pos Kalilapar yang ingin menebar kebaikan dan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat setempat.
Komandan Pos Kalilapar menjelaskan bahwa program ini murni gerakan kemanusiaan yang menjadi bagian dari tugas TNI sebagai pelindung dan pengayom rakyat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa keberadaan TNI bukan hanya untuk menjaga perbatasan, tapi juga menjadi bagian dari kehidupan mereka. Lewat dapur kecil ini, kami ingin berbagi, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa saling percaya,” ujarnya.
Dari dapur sederhana di ujung negeri, harapan besar tumbuh. Pos Kalilapar bukan hanya menjadi pos pengamanan, tetapi juga menjadi rumah kebersamaan—tempat di mana cinta kasih dan solidaritas antara prajurit dan rakyat Papua terus menguat. (rls)