RAPBD 2026 Dinilai Teduh dan Visioner, Fraksi Aspirasi Rakyat Beri Catatan Kritis untuk Bupati Barito Utara

oleh -1945 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, Muara Teweh – Fraksi Aspirasi Rakyat (F-AR) DPRD Kabupaten Barito Utara memberikan apresiasi kepada Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, atas penyampaian pidato pengantar RAPBD 2026 yang dinilai komprehensif, santun, dan mencerminkan keteduhan kepemimpinan. Apresiasi itu disampaikan anggota DPRD dari F-AR, Hasrat, S.Ag., dalam Rapat Paripurna DPRD, Jumat (21/11/2025).

Menurut Hasrat, pidato Bupati tidak sekadar menyampaikan angka dan struktur anggaran, melainkan menggambarkan arah strategis pembangunan daerah yang menempatkan rakyat sebagai pusat kebijakan. “Kami melihat adanya keteduhan kepemimpinan, keluasan pandangan, dan optimisme baru dalam arah pembangunan Barito Utara,” ujarnya.

banner 700x875

Meski demikian, Fraksi Aspirasi Rakyat menegaskan bahwa optimisme tersebut harus ditopang dengan strategi fiskal yang lebih terukur. F-AR menilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih memiliki ruang besar untuk diperkuat melalui kebijakan yang lebih progresif dan inovatif.

Beberapa langkah yang disoroti F-AR antara lain digitalisasi sistem perpajakan, penataan ulang basis retribusi, pemanfaatan aset daerah secara produktif, serta revitalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar kontribusinya terhadap PAD semakin signifikan.

Pada sisi belanja, F-AR memberi perhatian khusus pada belanja modal, terutama pembangunan infrastruktur dasar. Fraksi menekankan pentingnya pemerataan pembangunan jalan, jembatan, air bersih, fasilitas kesehatan, dan pendidikan hingga menjangkau wilayah pedesaan.

Fraksi juga meminta kejelasan pembiayaan daerah, terutama terkait posisi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan tidak adanya penyertaan modal dalam RAPBD 2026. Menurut F-AR, transparansi fiskal menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Menutup pandangannya, Hasrat menegaskan bahwa keberhasilan APBD 2026 harus dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat paling membutuhkan, seperti petani, pelaku UMKM, nelayan, pekerja informal, dan warga desa. “APBD harus inovatif, inklusif, dan memberi ruang partisipasi masyarakat,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.