Pendaki Asal Brazil Dievakuasi dari Gunung Rinjani, Proses Berlangsung Selama Lima Hari

oleh -3624 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, MATARAM — Proses evakuasi seorang pendaki asal Brazil yang mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani akhirnya selesai dengan lancar pada Rabu malam (25/6/2025). Setelah lima hari upaya intensif dari tim gabungan, korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., dalam keterangan pers Kamis (26/6/2025), menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan tersebut.

banner 700x875

“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, Pemda, Balai TNGR, hingga relawan dan porter lokal. Semua bekerja sama dalam kondisi geografis yang menantang demi menyelamatkan korban,” ujar Kombes Kholid.

Diketahui, proses evakuasi dimulai sejak Sabtu (21/6/2025), setelah laporan kecelakaan diterima. Pada hari kelima, Rabu pagi (25/6/2025), tim rescue memulai pengangkatan korban dari lokasi kejadian sejak pukul 06.55 WITA. Proses evakuasi dilakukan secara estafet melalui jalur ekstrem Gunung Rinjani.

Untuk mendukung kelancaran evakuasi, helikopter Basarnas jenis HR-3606 diterjunkan dan mendarat di lapangan umum Desa Sembalun. Seluruh proses dilakukan dengan bantuan porter lokal dan petugas SAR, yang mengangkut korban menggunakan tandu melewati medan terjal.

“Cuaca yang berubah-ubah dan medan yang curam menjadi tantangan besar. Namun berkat koordinasi yang solid, semua bisa teratasi,” tambah Kombes Kholid.

Dalam proses evakuasi turut hadir perwakilan Kedutaan Besar Brazil, Helena Masote, yang memantau langsung jalannya operasi dan berkoordinasi dengan aparat di lapangan. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, khususnya kepolisian Indonesia.

Helena juga meminta agar konten sensitif yang menampilkan kondisi korban tidak disebarkan di media sosial. Permintaan tersebut langsung ditindaklanjuti pihak kepolisian dengan melakukan takedown sejumlah konten demi menjaga martabat korban dan keluarganya.

“Kami telah menindaklanjuti permintaan Kedubes Brazil dan berkomitmen menjaga privasi serta kehormatan korban,” jelas Kombes Kholid.

Keluarga korban saat ini masih berada di Sembalun. Mereka telah mengajukan permintaan otopsi guna memastikan penyebab kematian, serta meminta kesempatan untuk bertemu dengan pemandu dan porter yang terakhir bersama korban.

Polda NTB memastikan seluruh proses akan dikawal dengan pendekatan yang humanis dan profesional.

“Kami akan memfasilitasi semua kebutuhan keluarga korban dengan transparansi penuh,” tegas Kombes Kholid.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam pendakian, terutama di kawasan alam ekstrem seperti Rinjani. Kombes Kholid menegaskan, Rinjani adalah kawasan yang indah namun menantang, sehingga setiap pendaki harus melakukan persiapan matang dan mematuhi prosedur keselamatan.

“Rinjani bukan sekadar destinasi wisata. Ini tempat yang harus dihormati. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” tutupnya. (rls)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.