Murung Raya Gerak Cepat Kendalikan Harga BBM, Satpol PP Lakukan Pengawasan Ketat

oleh -2376 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PURUK CAHU  — Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax yang sempat melonjak di tingkat pengecer. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar), Pemkab memastikan pengawasan dan monitoring intensif dilakukan hingga pekan depan demi menormalkan kembali harga BBM.

“Pengawasan ini merupakan upaya Pemkab Murung Raya untuk menjawab keresahan masyarakat akibat melambungnya harga Pertalite dan Pertamax di tingkat pengecer,” ujar Kasatpol PP Damkar Mura, Rudie Roy, Jumat (28/11/2025).

banner 700x875

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Satpol PP Damkar bersama Dinas Perindagkop, Kepolisian, serta perwakilan SPBU dan pengusaha pengecer BBM melakukan pengecekan lapangan pada Kamis (27/11).

Langkah ini merupakan instruksi langsung Bupati Murung Raya agar dilakukan tindakan konkret terkait kelangkaan dan kenaikan harga BBM di Puruk Cahu.

Rudie menjelaskan bahwa suplai dari Depo Pertamina Banjarmasin ke SPBU sempat terganggu. “Kelangkaan terjadi karena suplai hanya dikirim 8 KL dari yang seharusnya 16 KL. Namun per hari Kamis, suplai sudah kembali normal,” jelasnya.

Rudie berharap para pengecer yang sebelumnya menjual BBM dengan harga Rp18.000 hingga Rp30.000 per liter segera menurunkan harga sesuai standar. Untuk memastikan kepatuhan, operasi pengendalian kembali digelar bersama aparat penegak hukum pada Senin, 1 Desember 2025.

Bupati Murung Raya, Heriyus, juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/467/2025 tentang pengendalian harga Pertalite dan Pertamax di kios dan depo pengecer di Puruk Cahu.

Dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa kelangkaan dipicu faktor teknis yang menghambat distribusi dari Depo Pertamina Banjarmasin. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah pengendalian dan pengawasan agar tidak menimbulkan gejolak berkepanjangan.

“Agar situasi tetap kondusif, pemkab meminta pedagang pengecer menjual harga maksimal Rp15.000 per liter untuk Pertalite dan Rp17.000 per liter untuk Pertamax,” tegas Bupati Heriyus. (RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.