Kalteng Wajibkan Siswa Menulis Tegak Bersambung Setiap Rabu

oleh -1441 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) kembali meluncurkan inovasi literasi untuk memperkuat karakter peserta didik. Mulai 29 Oktober 2025, seluruh SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) se-Kalteng serentak melaksanakan Gerakan Literasi Menulis Indah Tegak Bersambung setiap hari Rabu selama satu jam.

Plt. Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan tulis-menulis, tetapi upaya membangun disiplin, fokus, dan ketenangan batin siswa.

banner 700x875

“Menulis indah bukan hanya estetika huruf. Aktivitas ini membentuk kesabaran, ketelitian, dan kecintaan terhadap proses belajar. Ini dilakukan di seluruh sekolah di Kalimantan Tengah, serentak, sebagai pembiasaan yang positif,” kata Reza.

Ia menegaskan, program ini sejalan dengan arahan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, yang meminta agar pendidikan tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk generasi berkarakter dan berbudaya.

Peserta didik tidak hanya berlatih tulisan tangan, tetapi juga diarahkan menulis tema-tema berwawasan kebangsaan dan pengetahuan, di antaranya: Peran teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Pendidikan karakter sebagai solusi krisis moral bangsa, Hari Guru Nasional, Pendidikan bahasa asing di era global, Bahasa daerah dan pelestarian kearifan lokal

Untuk menunjang kegiatan, Disdik mendorong sekolah menyiapkan perlengkapan sederhana seperti buku tegak bersambung dan pensil 2B.

Salah satu sekolah yang menunjukkan antusiasme tinggi adalah SMAN 1 Kuala Pembuang. Kepala sekolah Tuti Sundari mengatakan seluruh guru dan siswa menyambut program literasi ini dengan semangat.

“Kami melaksanakan dengan penuh antusias. Ini selaras dengan arahan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto melalui edaran Disdik Kalteng. Program ini melatih konsentrasi, mengasah rasa keindahan, dan memberikan ketenangan yang membahagiakan,” ujarnya.

Tidak hanya di kertas, sekolah ini bahkan memadukan metode tradisional dan digital dengan menggunakan TV interaktif dan papan tulis pintar.

Respons positif datang dari para siswa. Regina Ardelia, siswi kelas XI IPS 1, menyebut kegiatan literasi tersebut sebagai ruang kreativitas. “Ini wadah kami berkreasi. Kami juga jadi termotivasi memperbaiki tulisan tangan agar lebih rapi dan mudah dibaca,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Syifa Rizky Amelia, siswi kelas XII Ruang 1. “Saya sangat antusias. Menulis indah adalah hobi saya sejak SMP. Senang sekali kegiatan ini dihidupkan kembali di sekolah,” katanya.

Gerakan Literasi Menulis Indah Tegak Bersambung diharapkan dapat mengembalikan kecintaan siswa pada tulisan tangan, meningkatkan fokus, serta menanamkan nilai estetika dan disiplin dalam proses belajar.

Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan di Kalteng terus bergerak membangun karakter positif melalui kegiatan sederhana yang bermakna. (suf)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.