Ekonomi Kalimantan Tengah Tumbuh Solid, Industri dan Transportasi Jadi Penopang Utama

oleh -2235 Dilihat
BINCANG SORE - Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansyah Andrias saat memaparkan kondisi ekonomi Kalteng dalam acara bincang sore bersama Media Kalteng.
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PALANGKARAYA — Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan performa ekonomi yang solid dan penuh optimisme. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh 5,36 persen (yoy) pada triwulan III 2025, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Secara triwulanan (qoq), pertumbuhan mencapai 1,60 persen, menandakan aktivitas ekonomi di berbagai sektor tetap terjaga. Kinerja positif ini mencerminkan kuatnya fondasi ekonomi daerah, didukung oleh peningkatan produksi industri pengolahan, perbaikan ekspor komoditas unggulan, dan pulihnya permintaan domestik.

banner 700x875

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah adalah bukti resiliensi ekonomi daerah yang terus menguat di tengah dinamika global,” terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Yulianyah Andrias dalam acara Bincang Sore bersama Media Kalteng di kantornya, 11 November 2025.

Dia menjelaskan, sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yaitu 13,33 persen (yoy) dan menyumbang 1,98 poin persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kenaikan ini didorong meningkatnya produksi crude palm oil (CPO) dan produk turunannya yang terus mengalir ke pasar ekspor.

Sektor transportasi dan pergudangan juga tumbuh pesat sebesar 15,74 persen, mencerminkan aktivitas logistik dan mobilitas antarwilayah yang semakin dinamis. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh stabil sebesar 2,37 persen, menjadi penopang utama ekonomi pedesaan di tengah fluktuasi harga komoditas.

Kinerja sektor keuangan daerah turut menunjukkan ketahanan kuat. Total kredit perbankan tumbuh 6,16 persen (yoy) hingga September 2025, didorong kredit modal kerja yang naik 8,74 persen (yoy).

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 16,48 persen (yoy), terutama dari lonjakan giro korporasi dan tabungan masyarakat. Kondisi ini menunjukkan daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap tinggi.

Dari sisi harga, inflasi Kalimantan Tengah tetap terkendali di level 2,73 persen (yoy) pada Oktober 2025, masih dalam kisaran sasaran nasional. Program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar dinilai efektif menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. (din)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.