ASN Murung Raya Didorong Jadi Agen Literasi Keuangan

oleh -1279 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PURUK CAHU — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), OJK bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, PT BPD Kalimantan Tengah, dan BPJS Ketenagakerjaan, menggelar kegiatan edukasi keuangan kepada ASN di lingkungan Pemkab Murung Raya, 8 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik investasi ilegal dan pinjaman online ilegal yang kian marak.

banner 700x875

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya ASN sebagai sosok yang tidak hanya kompeten dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga cerdas dan tangguh secara finansial.

“ASN memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, namun juga rentan terhadap tawaran pinjaman ilegal. Berdasarkan data hingga Mei 2025, pengaduan terkait pinjaman online ilegal di Kalimantan Tengah didominasi oleh kalangan ASN. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi sangat penting,” ujar Primandanu.

Bupati Murung Raya yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Batara, turut mengapresiasi peran aktif OJK dan seluruh mitra dalam pelaksanaan program GENCARKAN. Ia berharap ASN dapat menjadi agen perubahan dalam memperluas literasi keuangan kepada masyarakat.

“ASN tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi juga harus berperan sebagai subjek perubahan — sebagai agen literasi di lingkungan sekitar. Kami harap sinergi ini terus berlanjut demi memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kecakapan finansial masyarakat Murung Raya,” kata Batara.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah sesi edukatif dari berbagai instansi.

  • OJK Kalteng memaparkan peran dan fungsi OJK, pentingnya perencanaan keuangan, serta strategi menghadapi investasi dan pinjaman ilegal.

  • Bank Indonesia Kalteng menyosialisasikan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta penggunaan QRIS untuk transaksi non tunai yang aman dan efisien.

  • PT BPD Kalimantan Tengah memberikan materi seputar pentingnya menabung, pembiayaan mikro, dan keamanan dalam transaksi digital.

  • BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan informasi mengenai lima program utama perlindungan pekerja — JKK, JKM, JHT, JP, dan JKP — serta layanan digital yang kini tersedia melalui aplikasi JMO.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta antusias berdiskusi dan menggali lebih dalam berbagai isu terkait pengelolaan keuangan, produk keuangan digital, dan upaya perlindungan dari praktik keuangan ilegal.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan ASN di Murung Raya dapat menjadi garda terdepan dalam memperkuat literasi keuangan di masyarakat serta membangun tata kelola keuangan pribadi yang lebih bijak dan berkelanjutan. (rls)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.