INDOPOL MEDIA, KAPUAS – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Algrin Gasan, kembali menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat pedesaan: minimnya layanan kesehatan untuk ibu dan anak. Ia menilai, pembangunan kesehatan tidak akan berarti jika nyawa ibu dan bayi masih terancam karena fasilitas yang tak memadai.
“Jangan sampai kasus ibu melahirkan dalam kondisi darurat terus berulang karena sarana kita belum siap,” tegas Algrin, Kamis (6/2/2025).
Politisi Fraksi Golkar ini menekankan, layanan kesehatan ibu dan anak harus ditangani secara komprehensif. Mulai dari edukasi gizi untuk ibu hamil, pelayanan persalinan yang aman, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
“Ibu dan anak adalah fondasi masa depan daerah. Tidak boleh ada lagi pembiaran,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil II yang meliputi Basarang, Mantangai, dan Kapuas Barat, Algrin menyebut masih banyak puskesmas dan posyandu di pelosok yang minim tenaga medis dan fasilitas kesehatan.
Lewat posisinya sebagai Sekretaris Komisi 4 DPRD Kapuas, ia mendorong adanya pelatihan intensif untuk bidan desa, serta pengadaan alat kesehatan yang memadai untuk pelayanan dasar.
“Jangan biarkan ibu-ibu di desa berjuang sendiri saat melahirkan. Negara harus hadir lewat sistem kesehatan yang kuat,” ucapnya lantang.
Algrin juga menyoroti pentingnya intervensi dini selama masa kehamilan, dan menekankan bahwa peran keluarga serta tenaga medis harus berjalan sinergis.
“Kalau kita tangani sejak awal, angka kematian ibu dan bayi bisa kita tekan drastis,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh unsur—baik pemerintah, masyarakat, maupun tenaga medis—bahu membahu menciptakan generasi Kapuas yang sehat, cerdas, dan kuat.