Reza Prabowo Bicara Haru soal Guru Honorer Kalteng: Mereka Pahlawan Pendidikan

oleh -1329 Dilihat
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PALANGKA RAYA – Suara Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, terdengar lebih pelan namun sarat makna saat ia berbicara tentang guru honorer. Di balik program besar dan kebijakan pendidikan, ada ribuan pendidik yang tetap setia mengajar meski dengan keterbatasan status dan kesejahteraan.

Usai mendampingi Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran dalam kunjungan ke SMKN 2 Palangka Raya, Rabu (19/11/2025), Reza menyampaikan pesan yang menyentuh hati tentang perjuangan para guru honorer yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan di daerah.

banner 700x875

“Jangan sampai guru-guru kita, pahlawan pendidikan kita, yang sudah mengabdi bertahun-tahun, justru tidak terangkat statusnya. Ini yang terus kami perjuangkan,” ujar Reza dengan nada penuh empati.

Ia menegaskan, di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak menutup mata terhadap jerih payah guru honorer. Pemerintah daerah, kata Reza, terus mengupayakan agar para guru honorer dapat naik status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sesuai kebijakan nasional.

“Kami di Dinas Pendidikan menyiapkan dan mengusulkan formasinya. Kita ikuti aturan pusat, tapi semangatnya jelas: guru honorer tidak boleh ditinggalkan,” tegasnya.

Bagi Reza, guru honorer bukan sekadar pengisi kekurangan tenaga pendidik. Mereka adalah orang-orang yang setiap hari hadir di kelas, sering kali di daerah terpencil, mengajar dengan keterbatasan fasilitas namun penuh ketulusan.

“Banyak dari mereka tetap datang ke sekolah meski honornya tidak seberapa. Tapi mereka tetap mengajar, tetap mendidik anak-anak kita. Itu pengabdian yang luar biasa,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perhatian Gubernur terhadap guru honorer tidak hanya berhenti pada wacana pengangkatan PPPK. Pemerintah Provinsi Kalteng telah menyalurkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari tambahan tunjangan, sertifikasi, bantuan bagi guru di daerah terpencil, hingga program bantuan rumah guru.

“Pak Gubernur selalu menekankan, kualitas pendidikan tidak akan naik kalau gurunya tidak sejahtera. Karena itu, kesejahteraan guru honorer menjadi perhatian serius,” ungkap Reza.

Tak hanya kesejahteraan, peningkatan kompetensi guru honorer juga terus didorong. Pelatihan berbasis Learning Management System (LMS) dilakukan secara luring agar guru-guru di daerah tidak tertinggal dan bisa terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

“Mengubah pendidikan itu tidak instan. Tapi kalau kita lakukan bersama, pelan-pelan, insyaallah hasilnya akan terlihat. Dan guru honorer adalah bagian penting dari proses perubahan itu,” pungkasnya.

Di tengah sorotan program besar seperti Makan Bergizi Gratis, pernyataan Reza menjadi pengingat bahwa wajah pendidikan Kalimantan Tengah juga ditopang oleh para guru honorer yang bekerja dalam senyap. Bagi mereka, perhatian dan keberpihakan pemerintah bukan sekadar kebijakan, melainkan pengakuan atas pengabdian panjang yang selama ini dijalani dengan hati. (din)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.