Tragis! Nelayan di Pangkalan Bun Tewas Disambar Petir Saat Pasang Jaring di Sungai Arut

oleh -2698 Dilihat
DUKA - Suasana di rumah dukan korban disambar petir.
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, PANGKALAN BUN – Cuaca ekstrem kembali menelan korban jiwa. Seorang nelayan bernama Rahmat (50), warga Karang Anyar RT 22, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, tewas disambar petir saat memasang jaring ikan di Sungai Arut, Senin (20/10/2025) siang.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di kawasan pertemuan antara Sungai Arut dan Sungai Lamandau, yang dikenal sebagai salah satu titik favorit para nelayan mencari ikan. Saat kejadian, langit mulai gelap dan suara petir sudah terdengar di kejauhan.

banner 700x875

Saksi mata, Agus, warga sekitar, mengatakan korban sempat hendak menghidupkan mesin kelotoknya sebelum sambaran petir menyambar.

“Pas mau nyalain mesin, langsung disambar petir. Nggak sempat ngapa-ngapain,” ujar Agus saat ditemui di lokasi.

Melihat kejadian itu, warga segera mengevakuasi korban ke tepi sungai. Namun, ketika diperiksa, Rahmat sudah dalam kondisi meninggal dunia. Evakuasi berlangsung dramatis karena hujan deras kembali mengguyur disertai kilatan petir di langit.

Peristiwa ini mengundang duka mendalam bagi warga sekitar. Rahmat dikenal sebagai nelayan ulet dan ramah, yang tetap melaut meski cuaca sedang tidak bersahabat.

“Beliau hampir tiap hari turun ke sungai, walau cuaca lagi buruk,” tambah Agus.

Jenazah korban kini telah dibawa ke rumah duka di Karang Anyar untuk disemayamkan dan dimakamkan. Warga di sekitar Sungai Arut pun diimbau untuk tidak melaut ketika cuaca mendung atau petir mulai terlihat, demi menghindari kejadian serupa. (YI)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.